Imbas Gempa Pacitan, Dua Rumah Warga Malang Retak, BPBD Turun Lakukan Asesmen

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Getaran gempa bermagnitudo 5,5 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pagi, turut dirasakan hingga wilayah selatan Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang langsung bergerak melakukan asesmen setelah menerima laporan adanya rumah warga yang terdampak.

Hasil pendataan sementara menunjukkan, dua rumah warga di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, mengalami kerusakan ringan akibat gempa tersebut. Pemeriksaan dilakukan oleh tim BPBD di lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan kerusakan terjadi di dua lokasi berbeda dalam satu wilayah dusun.

“Dampak (gempa bumi) menyebabkan dua rumah milik warga mengalami rusak ringan, lokasinya di RT 4 dan RT 11 RW 4 Dusun Tamban, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Baru asesmen teman-teman,” kata Sadono Irawan.

Ia merinci, rumah warga di RT 4 atas nama Yuwinantyo mengalami retakan pada bagian tembok bangunan. Sementara itu, rumah milik Susana yang berada di RT 11 dilaporkan mengalami kerusakan berupa jebol pada tembok sisi samping.

Selain melakukan pengecekan fisik bangunan, BPBD juga masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung kebutuhan bantuan darurat yang mungkin diperlukan warga terdampak. Proses pendataan tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi bersama perangkat desa setempat.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Tambakrejo juga terus menyisir wilayahnya untuk memastikan tidak ada dampak lain yang luput dari laporan awal. Hingga saat ini, asesmen masih terus berjalan.

BPBD Kabupaten Malang memastikan, gempa yang terjadi pada Selasa pagi itu tidak menimbulkan korban jiwa di wilayah Sumbermanjing Wetan maupun daerah lain di Kabupaten Malang. “Untuk korban jiwa nihil atau tidak ada,” ujar Sadono.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 5,5 tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.

BMKG juga memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan dampak lanjutan akibat gempa.

Sumber: Antara

Exit mobile version