SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat tren mengejutkan terkait capaian retribusi parkir selama momentum Lebaran 2026. Meski ribuan wisatawan memadati kota, nyatanya hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kas daerah dari sektor parkir.
Toko Tutup Jadi Pemicu Utama Penurunan Retribusi
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa aktivitas parkir justru melandai karena mayoritas pertokoan berhenti beroperasi selama masa libur.
Menurutnya, penutupan lahan parkir di area pertokoan mencapai angka yang cukup tinggi.
”Lahan-lahan parkir tutup karena hampir 80 persen pertokoan itu tutup. Kondisi ini membuat potensi retribusi hilang meski di sisi lain ada pusat perbelanjaan yang ramai,” ujar Jaya.
Kawasan ikonik seperti Pasar Besar menjadi contoh nyata lesunya aktivitas parkir. Penurunan drastis aktivitas ekonomi di sana otomatis menghilangkan kebutuhan lahan parkir, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang retribusi rutin.
Lonjakan Pengunjung Mal Tak Mampu Tutup Defisit
Meski pusat perbelanjaan modern seperti Mall Olympic Garden (MOG) mengalami lonjakan pengunjung yang luar biasa, Jaya menegaskan kontribusinya tidak cukup kuat untuk menyeimbangkan penurunan di sektor lain.
Kenaikan tipis di mal besar tidak sebanding dengan hilangnya pendapatan dari ratusan titik parkir pertokoan yang tutup.
Selain itu, skema pengelolaan keuangan menjadi alasan mengapa angka tersebut tidak melonjak di catatan Dishub.
Jaya menjelaskan bahwa pendapatan parkir di pusat perbelanjaan masuk ke dalam kategori pajak daerah, bukan retribusi yang dikelola langsung oleh dinasnya.
Salah satu sumber retribusi yang dikelola Dishub adalah parkir vertikal di Stadion Gajayana.
Pendapatan Kumulatif Cenderung Menurun
Pria yang akrab disapa Jaya ini memerinci bahwa kenaikan parkir hanya terjadi pada periode singkat, yakni H-2 hingga sehari sebelum Lebaran, serta masa arus balik pada H+1 hingga H+3.
Di luar rentang waktu tersebut, grafik aktivitas parkir justru merosot tajam.
Secara kumulatif, total pendapatan parkir selama libur panjang ini menunjukkan angka yang lebih rendah daripada hari-hari biasa.
Penurunan ini menjadi catatan bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi pendapatan dari sektor jasa transportasi dan parkir pada masa libur nasional mendatang.
