SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, berdampak pada penyesuaian aktivitas di sekitar kawasan Ijen. Salah satunya dilakukan oleh Gereja Katedral Ijen Malang yang memutuskan menyesuaikan jadwal misa selama acara berlangsung pada 7–8 Februari 2026.
Penyesuaian ini dilakukan menyusul rencana penutupan sejumlah ruas jalan di kawasan Ijen yang masuk dalam ring utama pelaksanaan Mujahadah Kubro. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan akses jemaat menuju gereja, terutama terkait jalur masuk dan area parkir.
Romo Paroki Katedral Ijen Malang, Petrus Prihatin, menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Malang hingga jajaran kecamatan setempat.
“Kebijakan ini diambil setelah adanya koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Malang melalui pihak kecamatan,” kata Romo Petrus, dikutip Kamis (5/2/2025).
Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak gereja juga meminta pertimbangan internal gereja dan para uskup. Hasilnya, Gereja Katedral Ijen memutuskan untuk mengurangi jumlah misa akhir pekan selama pelaksanaan Mujahadah Kubro.
Biasanya, misa akhir pekan digelar enam kali. Namun pada Sabtu dan Minggu tersebut, misa hanya dilaksanakan dua kali, masing-masing pada pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB.
“Pada jam itu kegiatan Mujahadah Kubro sudah selesai dan kondisi lalu lintas mulai kembali normal,” ucap Romo Petrus.
Ia menambahkan, penutupan jalan di sekitar Ijen membuat jarak parkir jemaat menjadi lebih jauh dan mengharuskan jemaat berjalan kaki cukup panjang menuju gereja. Pertimbangan kenyamanan dan keselamatan jemaat menjadi alasan utama penyesuaian jadwal tersebut.
Pihak Gereja Katedral Ijen telah menyampaikan pengumuman resmi kepada umat melalui berbagai saluran, termasuk flyer dan grup komunikasi jemaat.
Umat juga diimbau untuk melaksanakan ibadah di gereja lain yang lokasinya tidak terdampak pengaturan lalu lintas, seperti di kawasan Tidar, Langsep, Landungsari, maupun Sengkaling.
Menurut Romo Petrus, umat menerima keputusan ini dengan penuh pengertian dan sikap terbuka. “Inilah bentuk toleransi yang nyata dalam kehidupan beragama,” ujarnya.
Tak hanya melakukan penyesuaian internal, Gereja Katedral Ijen juga memberikan dukungan nyata dengan menyediakan fasilitas transit dan tempat istirahat bagi peserta Mujahadah Kubro. Fasilitas tersebut disiapkan di area samping gereja.
Sikap Gereja Katedral Ijen mendapat apresiasi dari panitia penyelenggara. Ketua Panitia Lokal Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU PCNU Kota Malang, Edy Hayatullah, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama lintas umat beragama tersebut.
“Ini teladan toleransi dan persaudaraan yang sangat mulia. Sikap ini memperkuat pesan bahwa Harlah Satu Abad NU adalah momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujar Edy.
Sebagai informasi, Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU dijadwalkan dimulai pada Sabtu (7/2/2026) pukul 21.00 WIB. Rangkaian acara akan ditutup dengan resepsi pada Minggu (8/2/2026) pukul 06.30 hingga 09.00 WIB.
Sumber: Liputan6
