SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., memastikan jalur wisata pantai Kabupaten Malang siap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 300 ribu orang. Pemerintah daerah pun menginstruksikan percepatan penanganan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata pantai guna menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan wisatawan.
Langkah tersebut diambil menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama musim libur Lebaran. Pemerintah daerah mengantisipasi risiko bencana seperti tanah longsor yang berpotensi mengganggu akses menuju kawasan wisata di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Perbaikan Jalur Wisata Pantai di JLS
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma atau yang akrab disapa Oong menjelaskan, sebagian besar titik rawan longsor di jalur wisata kini telah ditangani melalui pembangunan dinding penahan tanah dan perbaikan struktur jalan.
“Sepertinya, sudah aman semua karena jalur yang sering longsor itu, kini sudah diberi dinding penahan, dengan dicor,” ujar Oong, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa jalur menuju kawasan wisata pantai di wilayah selatan membentang di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) sekitar 58 kilometer. Dari lima jalur utama menuju kawasan pantai tersebut, sebelumnya terdapat dua titik yang dikenal rawan longsor.
Salah satu titik berada di kawasan Gunung Geger, Desa Sumberjo, Kecamatan Pagak. Pada tahun-tahun sebelumnya, longsor di wilayah ini sempat menyebabkan akses menuju sejumlah pantai di selatan Kabupaten Malang terganggu hingga berbulan-bulan.
Namun kini kerusakan jalan di beberapa titik yang sebelumnya mengalami kerusakan struktural akibat erosi tanah telah diperbaiki dengan penguatan beton pada bagian dasar jalan.
“Itu sudah kami suntik (diisi cor beton) sehingga kembali keras dan kuat meski tiap hari dilewati truk tebu atau truk material,” kata Oong.
Akses ke 37 Pantai di Selatan Malang
Perbaikan jalur tersebut dinilai penting karena wilayah tersebut bukan hanya jalur wisata, tetapi juga jalur ekonomi yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.
Dari jalur ini, wisatawan dapat menjangkau berbagai destinasi pantai populer di wilayah selatan, seperti Pantai Balekambang, Pantai Kondang Merak, serta Pantai Ngliyep.
Selain itu, jalur yang sama juga menghubungkan kawasan wisata menuju pantai lain seperti Pantai Modangan dan Pantai Pasir Panjang di wilayah Kecamatan Donomulyo.
Menurut Oong, kondisi jalan menuju kawasan pantai kini jauh lebih baik karena sudah diperlebar dan diperkuat dengan konstruksi beton, sehingga aman dilalui kendaraan besar termasuk bus pariwisata.
Pelebaran Jalur dan Pengamanan Tebing
Selain perbaikan di wilayah Pagak, pemerintah juga melakukan penguatan infrastruktur di jalur barat melalui wilayah Kecamatan Kalipare, yang sebelumnya kerap mengalami longsor saat musim hujan.
Salah satu titik yang diperbaiki berada di jalur Rajekwesi yang menghubungkan Kecamatan Kalipare dan Kecamatan Donomulyo. Jalur tersebut sempat lumpuh pada 2024 akibat longsor sepanjang sekitar 20 meter.
Kini, bagian tebing di sisi jalan telah dipangkas untuk memperlebar badan jalan dari sekitar lima meter menjadi sembilan meter. Pada bagian yang rawan longsor juga telah dibangun plengsengan beton sebagai dinding penahan tanah.
Perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan Gondanglegi menuju Bantur sepanjang sekitar 31 kilometer yang kini tengah diperlebar hingga mencapai 13 meter.
Dengan berbagai perbaikan tersebut, pemerintah daerah memastikan seluruh jalur menuju 37 destinasi wisata pantai di Kabupaten Malang dalam kondisi layak dilalui kendaraan wisata.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus wisatawan selama musim libur Lebaran sekaligus memperkuat sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah di wilayah selatan Kabupaten Malang.



















