SUARAMALANG.COM, Kota Malang— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengoperasikan kereta api tambahan dari Stasiun Malang selama Januari 2026 untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata Malang Raya.
KA tambahan tersebut beroperasi mulai 5 hingga 31 Januari 2026, melayani rute Malang–Jakarta yang menjadi salah satu relasi favorit wisatawan, pelaku perjalanan bisnis, maupun masyarakat yang melakukan perjalanan pascalibur panjang akhir tahun.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan Stasiun Malang merupakan salah satu simpul transportasi strategis dengan volume penumpang yang stabil tinggi, terutama sebagai pintu masuk wisata ke Malang Raya.
“Malang merupakan destinasi wisata unggulan dengan beragam daya tarik. Pengoperasian KA tambahan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses serta pilihan perjalanan yang lebih fleksibel dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Mahendro, Selasa (6/1/2026).
Selama periode operasional, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan KA Gajayana Tambahan dengan relasi Malang (ML)–Gambir (GMR). Kereta ini memiliki kapasitas 336 tempat duduk per hari, berangkat dari Stasiun Malang pukul 18.25 WIB dan tiba di Stasiun Gambir pukul 08.12 WIB keesokan harinya.
Mahendro menambahkan, kehadiran KA tambahan tidak hanya memberikan alternatif jadwal perjalanan, tetapi juga memperkuat konektivitas antardaerah serta mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
“Kereta api menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus ramah lingkungan. Ini menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin bepergian tanpa terjebak kemacetan,” jelasnya.
KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan membeli tiket melalui kanal resmi, seperti Aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun mitra penjualan resmi lainnya.
Melalui pengoperasian KA tambahan ini, KAI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan penguatan sektor pariwisata di Jawa Timur.
Pewarta: *Ali Nopan





















