Jelang Ramadhan, Polisi Tandai Jalur Rawan Laka dan Macet di Malang, Ini Daftarnya

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Menyambut datangnya bulan Ramadhan, Polres Malang mulai mengantisipasi potensi kepadatan dan kecelakaan lalu lintas. Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Malang dipetakan sebagai titik rawan, baik dari sisi kecelakaan, kemacetan, hingga potensi bencana alam.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadhan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang AKP Muhammad Chelvin Arliska mengatakan, langkah ini menjadi dasar penyusunan strategi pengamanan lalu lintas di lapangan.

“Pemetaan ini penting untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, sehingga bisa dilakukan langkah pencegahan yang tepat, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun edukasi kepada masyarakat,” kata AKP Muhammad Chelvin Arliska.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Jalan Dr Soetomo di Kecamatan Lawang. Ruas jalan ini dinilai rawan kecelakaan sekaligus berpotensi macet, terutama karena adanya aktivitas pasar tradisional yang memicu pertemuan arus kendaraan keluar masuk.

Selain itu, kepolisian juga mencatat Jalan Raya Desa Talok di Kecamatan Turen serta Jalan Raya Jati Kerto di Kecamatan Kromengan sebagai kawasan yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Kepadatan kendaraan dan kondisi jalan menjadi faktor yang perlu diantisipasi sejak dini.

Untuk kemacetan, Simpang Empat Kepuharjo di Kecamatan Karangploso masuk dalam daftar jalur rawan. Lokasi ini merupakan akses utama penghubung menuju Kota Batu, yang diprediksi akan semakin padat selama Ramadhan.

Kemacetan juga sering muncul di sekitar Pabrik Gula Kebon Agung, tepatnya di simpang tiga menuju wilayah Wagir dan Pakisaji. Selain itu, Jalur Lingkar Barat atau Jalan Ir Soekarno di Kecamatan Kepanjen yang menjadi akses ke Kabupaten Blitar juga tak luput dari perhatian petugas.

Sementara itu, wilayah Gubukklakah di Kecamatan Poncokusumo turut dipetakan sebagai jalur rawan bencana, khususnya tanah longsor. Jalur ini merupakan akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang.

Chelvin menyebut, hasil pemetaan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah hingga perangkat desa setempat. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk merumuskan skema pengaturan lalu lintas dan langkah pencegahan yang efektif selama Ramadhan.

Ia menegaskan, penanganan titik rawan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berkelanjutan dan terpadu. Polres Malang juga akan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Harapannya dengan pemetaan dan sinergi ini, potensi kecelakaan dan dampak bencana di jalan raya dapat diminimalisir,” tuturnya.

Sumber: Antara

Exit mobile version