Hari Pers Nasional 2026_970 x 250 px

Kabel Semrawut Ganggu Keindahan Kota, Jalur Kayutangan Heritage Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Persoalan kabel semrawut kembali menjadi sorotan publik karena dinilai mengganggu keindahan kota sekaligus membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (9/2/2026).

Fenomena kabel bergelantungan sebenarnya bukan lagi persoalan khas di satu titik perkotaan saja. Namun, di sejumlah ruas jalan strategis—terutama di sekitar area parkir dan jalur utama Kayutangan—kondisinya dinilai semakin memprihatinkan. Kabel jaringan internet dan utilitas tampak terpasang tanpa penataan yang rapi, bahkan melintang rendah di atas badan jalan.

Iklan

Kawasan yang sebelumnya dikenal tertata dan sedap dipandang itu perlahan berubah wajah menjadi jalur penuh lilitan kabel. Salah satu titik yang paling banyak dikeluhkan berada di sepanjang Kayutangan Heritage, yang merupakan kawasan wisata sejarah sekaligus pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Di jalur tersebut, kabel-kabel terlihat bergelantungan dengan ketinggian rendah dan tidak tertata. Beberapa bahkan melintang di antara tiang dan bangunan tanpa standar penempatan yang jelas.

Kondisi ini dinilai berbahaya karena ruas jalan tersebut kerap dilintasi kendaraan bermuatan tinggi, seperti truk logistik dan kendaraan proyek, yang memiliki ketinggian beberapa meter. Selain berpotensi tersangkut, kabel yang menjuntai juga dapat membahayakan pengendara roda dua dan pejalan kaki.

Selain faktor keselamatan, keberadaan kabel semrawut juga dinilai merusak estetika kawasan heritage yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Malang. Penataan infrastruktur yang tidak terkoordinasi memperlihatkan belum optimalnya pengawasan serta penertiban dari pihak terkait.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama penyedia layanan utilitas dapat segera melakukan penataan ulang jaringan kabel, baik melalui penertiban, relokasi, maupun sistem tanam bawah tanah, sehingga keselamatan dan keindahan kawasan Kayutangan Heritage tetap terjaga.

Pewarta:*Ali Halim

Iklan
Iklan
Iklan