Kabupaten Malang Dilanda Cuaca Ekstrem, Jalur Malang–Kediri Lumpuh hingga Rumah di Singosari Terendam

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kabupaten Malang dilanda cuaca ekstrem pada Rabu (11/2/2026). Hujan berintensitas tinggi tak hanya memicu genangan di permukiman warga, tetapi juga menyebabkan longsor yang sempat menutup akses utama Malang–Kediri.

Selain itu, dua lokasi terdampak cuaca ekstrem cukup serius terjadi di wilayah lain. Enam rumah di Kecamatan Singosari terendam banjir dan arus lalu lintas di Kecamatan Ngantang terdampak material longsor selama beberapa jam.

Peristiwa paling krusial terjadi di Jalan Provinsi Malang–Kediri, tepatnya di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang. Tebing setinggi kurang lebih 10 meter dengan lebar sekitar 4 meter runtuh dan menutup badan jalan.

Hujan deras sebelumnya mengguyur kawasan itu sejak pukul 18.00 hingga 21.30 WIB. Beberapa jam berselang, sekitar pukul 00.30, warga mendapati tebing sudah ambrol dan menimbun jalan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan jalur tersebut langsung ditangani karena merupakan akses vital.

“Karena jalan provinsi itu jalur utama mobilitas warga, jadi langsung kami evakuasi dini hari itu juga,” kata Sadono Irawan, dikutip Radar Malang, Jumat (13/2/2026).

Proses pembersihan berlangsung cukup menantang. Kondisi gelap dan medan yang curam membuat petugas harus bekerja ekstra. Alat berat berupa ekskavator didatangkan untuk mempercepat penanganan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, material longsor mulai tersingkir. Namun arus kendaraan, terutama truk pengangkut sayur dan buah, sudah mengular. Petugas memberlakukan sistem buka-tutup hingga akhirnya jalur benar-benar dinyatakan bersih total sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecamatan Ngantang memang dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor di Kabupaten Malang. Wilayah yang berada di dataran tinggi ini sepanjang 2026 tercatat sudah mengalami enam kejadian tanah longsor.

Sebelum longsor terjadi di Ngantang, laporan pertama masuk dari Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari.

Hujan deras mulai mengguyur kawasan itu sejak pukul 12.55 WIB. Awalnya situasi terlihat aman, tak ada genangan berarti di permukiman warga. Namun kondisi berubah cepat.

“Sampai pada pukul 13.30, tanggul irigasi di persawahan warga RT 1/RW 7 jebol. Diduga karena tidak dapat menampung debit air,” terang dia.

Tanggul yang tak kuat menahan debit air akhirnya ambrol dan menyebabkan air meluber ke permukiman. Enam rumah warga di RT 1/RW 7 terendam.
Genangan bertahan hingga sore hari dan baru benar-benar surut sekitar pukul 17.30 WIB. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengingatkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi di wilayahnya memang cukup tinggi. Setidaknya ada 17 kecamatan yang masuk kategori rawan.

“Untuk wilayah rawan bencana tetap sama, ada di daerah pesisir dan pegunungan,” kata dia.

Jenis ancaman bencana pun beragam, mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor. Wilayah pesisir dan kawasan pegunungan menjadi titik yang paling sering terdampak ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur.

BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dalam durasi lama. Warga yang tinggal di sekitar lereng atau aliran sungai diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda retakan tanah, pergerakan tebing, atau debit air yang meningkat drastis.

Exit mobile version