Kawasan Splendid–Pasar Burung Malang Bakal Direvitalisasi Berbasis Heritage Biar Tidak Semrawut

SUARAMALANG.COM, Kota Malang— Pemerintah Kota Malang memastikan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Burung, Pasar Bunga, hingga Splendid tidak dilakukan secara asal. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penataan akan dibarengi dengan upaya pelestarian bangunan bersejarah di sekitarnya.

Menurut Wahyu, lokasi relokasi PKL telah disiapkan di lahan belakang kawasan Splendid yang terhubung dengan Pasar Burung dan Pasar Bunga. Penataan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan berbagai pihak, termasuk pengelola yayasan sekolah Kristen yang berada di kawasan tersebut.

“Pengurus yayasan sudah bertemu saya dan menyampaikan sepenuhnya mengikuti kebijakan Pemkot. Yang jelas, tidak ada pembongkaran,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, sekolah tersebut merupakan bangunan peninggalan era Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi. Karena itu, Pemkot Malang justru berkomitmen merawat dan menjaga eksistensinya sebagai bagian dari kawasan heritage kota.

“Ini heritage semua. Sekolah itu peninggalan Belanda dan bangunannya bagus sekali. Siswanya memang tinggal sedikit, SD-nya hanya sekitar 21 anak. PAUD-nya bahkan sudah tutup karena kondisi lingkungan yang kurang tertata, parkir semrawut, dan terlalu dekat dengan Pasar Burung,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, ke depan kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan heritage terpadu. Tidak hanya kampung tematik, tetapi juga mencakup bangunan sekolah bersejarah.

“Jadi nanti heritage-nya bukan hanya kampung, tapi ada sekolah juga,” tegasnya.

Terkait rencana revitalisasi, Wahyu memastikan proses penataan akan melibatkan banyak pihak. Pemerintah Kota Malang akan menggandeng perguruan tinggi, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar hasil penataan benar-benar sesuai kebutuhan bersama.

“Kita libatkan semua stakeholder. Perguruan tinggi, masyarakat, semua perwakilan akan dilibatkan. Seperti penataan Alun-alun, memang butuh waktu karena kami ingin ada peran serta masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan keberhasilan penataan Alun-alun Kota Malang yang dilakukan melalui proses panjang dengan menghimpun masukan dari berbagai elemen masyarakat.

“Alhamdulillah, setelah masukan-masukan itu dikumpulkan dan semua elemen dilibatkan, Alun-alun bisa selesai dengan baik. Nanti di kawasan belakang Splendid ini juga akan kita lakukan dengan pola yang sama,” pungkas Wahyu.

Pewarta: *Solihin

Exit mobile version