Komisi IV DPR RI Meninjau Pengembangan Bawang Putih di Wagir, Mendorong Kemandirian Pangan Nasional

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional terus digencarkan. Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik pada Masa Sidang IV Tahun Sidang 2025–2026 di Kelompok Tani Subur 1, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Kamis (9/4/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri anggota Komisi IV DPR RI H. Rahmat Saleh berserta rombongan, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Muhammad Taufiq Ratule, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Heru Suseno. Kehadiran mereka bertujuan meninjau langsung potensi pengembangan bawang putih sekaligus menyerap aspirasi para petani.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Saleh menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini difokuskan pada upaya mendorong swasembada bawang putih di Indonesia. Saat ini, kebutuhan bawang putih nasional masih sangat bergantung pada impor.

“Sekarang kita masih impor sekitar 90 persen, sementara baru 10 persen yang bisa kita penuhi secara mandiri. Kita berharap sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia bisa menuju swasembada bawang putih,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu faktor penting dalam mencapai target tersebut adalah kemandirian pada sektor hulu, terutama dalam penyediaan bibit unggul bawang putih. Dengan ketersediaan bibit yang cukup dan berkualitas, produksi dalam negeri diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Rahmat Saleh juga mengungkapkan bahwa dari target pengembangan sekitar 100 ribu hektare lahan bawang putih secara nasional, saat ini baru sekitar 2.500 hektare yang mendapatkan dukungan subsidi bibit.

“Karena itu, kami melihat langsung kondisi di lapangan. Di Desa Sumbersuko ini akan kita support, baik dari sisi sarana dan prasarana seperti jalan usaha tani, dukungan pupuk, hingga kepastian harga bagi petani,” jelasnya.

Para petani yang hadir juga menyampaikan sejumlah kebutuhan penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Selain bantuan bibit, mereka berharap adanya dukungan alat dan mesin pertanian modern agar tidak hanya mengandalkan tenaga manusia.

“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah jalan usaha tani agar distribusi hasil panen lebih mudah. Selain itu, alat pertanian modern juga sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi kerja,” ungkap salah satu petani setempat.

Di wilayah tersebut, para petani tidak hanya mengembangkan bawang putih, tetapi juga berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti bawang merah, kopi, lobak, hingga jeruk. Saat ini, Desa Sumbersuko mendapatkan pengembangan bawang putih seluas sekitar 6 hektare.

Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dapat semakin kuat dalam mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Pewarta: *Deni Roby

Exit mobile version