Kota Malang Akan Segera Memiliki Baju Khas yang Bakal Digunakan Sebagai Simbol dan Ciri Khas Berbusana

SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Pemerintah Kota Malang tengah menyiapkan Baju Khas Kota Malang yang akan ditetapkan sebagai identitas resmi daerah. Busana tersebut direncanakan dilaunching dan ditetapkan secara resmi pada peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang, 1 April 2026.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kehadiran Baju Khas Kota Malang menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas budaya daerah yang selama ini belum memiliki representasi busana resmi.

“Nanti akan kami launching dan kami tetapkan pada saat Hari Jadi Kota Malang, 1 April nanti,” ujar Wahyu Hidayat di Kota Malang, Sabtu (17/1/2026).

Pada tahap awal, Baju Khas Kota Malang belum diberlakukan sebagai seragam sekolah. Pemakaiannya sementara waktu akan difokuskan bagi pejabat daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. “Sementara digunakan pejabat dan ASN di Kota Malang,” jelasnya.

Menurut Wahyu, selama ini Kota Malang belum memiliki busana khas yang secara khusus merepresentasikan sejarah, budaya, dan jati diri kota. Padahal, Malang dikenal sebagai kota yang memiliki perjalanan sejarah panjang dan kaya akan peninggalan masa lalu.

“Kota Malang ini kan sejarahnya ada masa kolonial, juga kerajaan. Wali kota pertama kita itu orang Belanda. Kemudian peninggalan-peninggalan yang ada di Kota Malang juga banyak spot kolonial,” ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan, konsep Baju Khas Kota Malang dirancang dengan pendekatan historis yang matang. Unsur sejarah dari masa kerajaan hingga era kolonial dipadukan menjadi satu kesatuan desain yang mencerminkan perjalanan Kota Malang dari masa ke masa.

Proses perumusan konsep tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Pemkot Malang melibatkan tokoh-tokoh budaya, pemerhati budaya, serta pemerhati fashion, guna memastikan busana yang dihasilkan tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki landasan filosofis dan nilai budaya lokal yang kuat.

“Semua ada data dasarnya, ada alasannya. Kami ingin baju khas ini betul-betul memiliki makna dan bisa menjadi identitas Kota Malang,” tegasnya.

Wahyu menambahkan, Baju Khas Kota Malang tidak sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi diharapkan mampu membangkitkan rasa bangga masyarakat terhadap sejarah dan budaya kotanya. Penetapan baju khas ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.

Menariknya, Baju Khas Kota Malang akan dikenakan pertama kali oleh Wali Kota Malang dalam agenda berskala nasional. Wahyu berencana mengenakan busana tersebut saat menerima Anugerah Budaya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

“Itu untuk pertama kalinya akan saya kenakan Baju Khas Malangannya. Di situ juga nanti penghargaan akan diserahkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Momentum tersebut dinilai menjadi simbol penting pengenalan Baju Khas Kota Malang ke tingkat nasional, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menjaga identitas budaya daerah.

Dengan peluncuran Baju Khas Kota Malang pada Hari Jadi ke-112 nanti, Pemkot Malang berharap busana tersebut dapat menjadi ikon baru kota, memperkuat jati diri daerah, serta menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Pewarta: *Abdul Halim

Exit mobile version