SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Perumda Tirta Kanjuruhan mulai menggenjot perluasan layanan air minum di Malang Selatan melalui sejumlah program prioritas. Salah satu proyek terbesar yang disiapkan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Diyeng II dengan nilai investasi mencapai Rp250 miliar.
Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses air minum aman di Malang Selatan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan air bersih.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, mengatakan proyek SPAM Diyeng II dirancang untuk melayani lima kecamatan, yakni Pagak, Kalipare, Donomulyo, Bantur, serta wilayah selatan Kecamatan Kepanjen.
“Program ini memiliki kapasitas debit 240 liter per detik dengan target 23.920 sambungan rumah,” ujarnya, Rabu (1/4).
Secara rinci, pengembangan layanan air minum tersebut mencakup 6.281 sambungan rumah di Pagak, 6.863 di Kalipare, 8.102 di Donomulyo, 780 di Bantur, serta 1.894 sambungan di wilayah selatan Kepanjen.
Tak hanya itu, proyek ini juga menjadi bagian dari skema pembiayaan internasional melalui Loan Green Infrastructure Initiative yang tengah diusulkan masuk dalam Daftar Rencana Pinjaman Prioritas Luar Negeri (Green Book) tahun 2026.
Fokus Khusus Desa Srigonco dan Kawasan Pendidikan
Selain proyek besar, Perumda Tirta Kanjuruhan juga menyiapkan pengembangan layanan air minum skala lokal melalui SPAM Sumber Durmo di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
Program ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan air minum bagi Sekolah Rakyat (SR) serta masyarakat sekitar, dengan kapasitas 20 liter per detik dan nilai investasi sekitar Rp12 miliar.
“Pengembangan ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga kawasan pendidikan agar kebutuhan air bersih terpenuhi secara optimal,” jelas Syamsul. Melalui program tersebut, ditargetkan sekitar 1.000 sambungan rumah di Desa Srigonco dapat terlayani.
Perencanaan Matang, Target Layanan Lebih Merata
Syamsul menegaskan, seluruh program pengembangan air minum di Malang Selatan telah disiapkan secara matang. Mulai dari studi kelayakan, detail engineering design (DED), hingga kelengkapan dokumen lingkungan dan perizinan pengambilan sumber air.
Selain kesiapan teknis, dukungan pemerintah daerah dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi kunci dalam merealisasikan proyek tersebut.
Menurutnya, penguatan layanan air minum bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Malang.
“Ini adalah ikhtiar kami untuk memperkuat pelayanan dasar, mendukung kawasan prioritas, dan memastikan layanan air minum di Malang Selatan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
