SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Langit Malang Selatan tiba-tiba berubah mencekam pada Sabtu malam, 11 April 2026. Cahaya putih melesat cepat dan memicu kepanikan warga.
Fenomena itu muncul sekitar pukul 18.46 WIB di wilayah Desa Slorok, Kecamatan Kromengan, hingga Dampit. Warga melihatnya jelas tanpa alat bantu.
Beberapa orang langsung merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel. Video amatir itu kemudian viral di media sosial dalam hitungan jam.
Spekulasi liar pun bermunculan. Sebagian warga mengira cahaya itu berkaitan dengan peluncuran rudal.
Kepanikan Warga dan Spekulasi Rudal
Situasi sempat memanas akibat kabar yang belum terverifikasi. Banyak warganet menyebarkan dugaan ancaman dari langit.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, langsung memberikan klarifikasi. Ia memastikan fenomena tersebut bukan aktivitas militer.
“Analisis awal menunjukkan objek itu kemungkinan besar sampah antariksa atau tahap roket yang terbakar saat masuk atmosfer,” ujarnya.
Ricko menegaskan fenomena itu tidak berbahaya. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu menyesatkan.
Penjelasan Ilmiah di Balik Cahaya Aneh
Ricko menjelaskan cahaya memanjang menyerupai ubur-ubur dikenal sebagai space jellyfish. Fenomena ini muncul akibat pantulan cahaya matahari.
“Cahaya memanjang dengan ekor gas lebar terjadi dari pantulan sinar matahari pada gas buangan roket,” katanya.
Ia menyebut roket seperti Long March CZ-3B sering memicu efek visual tersebut. Kondisi itu terjadi saat bumi sudah gelap.
Fenomena serupa juga muncul di beberapa wilayah Indonesia sebelumnya. Laporan datang dari Lampung, Natuna, hingga Kalimantan.
Diduga Terkait Peluncuran Roket China
Pakar drone Arya Dega turut memberikan analisis tambahan terkait kejadian tersebut. Ia mengaitkan fenomena itu dengan peluncuran roket.
“Data saya menunjukkan cahaya itu berasal dari peluncuran roket China Jielong 3 sekitar pukul 18.30 WIB,” ungkapnya.
Arya menjelaskan efek space jellyfish sering muncul saat roket meluncur di ketinggian tinggi. Pantulan cahaya matahari memperkuat visual dramatisnya.
Ia juga memastikan fenomena itu tidak hanya terlihat di Malang Selatan. Beberapa daerah lain turut melaporkan kejadian serupa.
“Fenomena ini juga terpantau di Tarakan, Lombok, hingga Bali,” tegasnya.
Ricko kembali menekankan bahwa wilayah khatulistiwa sering menjadi jalur lintasan satelit. Hal itu membuat fenomena seperti ini kerap terjadi.























