SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka penyampaian orasi ilmiah lima Guru Besar, Rabu (4/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) UM ini menjadi forum akademik strategis untuk menegaskan kontribusi keilmuan lintas disiplin dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan.
Lima Guru Besar yang menyampaikan orasi berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Tema orasi yang disampaikan mencerminkan respons akademik terhadap tantangan aktual, mulai dari teknologi material, pendidikan, kebencanaan, hingga kesehatan.
Orasi pertama disampaikan oleh Prof. Ir. Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknik, dengan judul “Size Does Matter: Merancang Fungsi Material dari Skala Nano”. Ia memaparkan riset pengembangan nanomaterial untuk kebutuhan industri, di antaranya nanokatalis mangan–zinc–ferrite untuk produksi amonia tanpa tekanan dan suhu tinggi, serta nanolubricant berbasis titanium dioksida yang mampu mengurangi gesekan dan meningkatkan umur komponen mesin.
Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd., Guru Besar Fakultas Teknik, dengan judul “Mempertahankan Makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading”.
Ia menyoroti hilangnya nilai filosofis batik akibat ketidaksesuaian motif dengan proporsi tubuh pemakai. Melalui konsep grading motif, Prof. Agus menawarkan pendekatan desain busana yang adaptif agar motif batik tetap utuh secara visual dan filosofis, sekaligus mencegah praktik body shaming.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ahmad Samawi, M.Hum., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan, menyampaikan orasi berjudul “Sintesis Filosofis, Ilmiah, Religius, dan Kultural Manajemen Lembaga PAUD Unggulan”.
Ia menekankan pentingnya manajemen PAUD yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pengelolaan PAUD yang belum optimal berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Orasi keempat disampaikan oleh Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial, dengan judul “Paradigma Baru Geografi Kebencanaan: Implementasi Human–Volcano (Hu-Vo) System Model dalam Pengelolaan Risiko Bencana di Wilayah Gunung Api Indonesia”.
Ia memperkenalkan pendekatan Human–Volcano System yang memandang manusia dan gunung api sebagai satu sistem yang saling berinteraksi. Melalui studi kasus Gunung Bromo, Merapi, Kelud, hingga Semeru, Prof. Syamsul menegaskan bahwa aktivitas vulkanik tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga manfaat ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Prof. Syamsul Bachri juga resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Geografi Kebencanaan dan Lingkungan, menandai kontribusinya dalam pengembangan kajian kebencanaan berbasis pendekatan holistik dan kontekstual.
Orasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Hartatiek, M.Si., Guru Besar FMIPA UM, dengan judul “Nano Hidroksiapatit dari Batu Gamping: Untuk Rekayasa Scaffold Nanofiber Jaringan Tulang”. Ia memaparkan hasil riset pengembangan hidroksiapatit berbasis batu gamping lokal Kabupaten Malang dengan kandungan kalsium mencapai 99,14 persen. Material tersebut dikombinasikan dengan polimer polyvinyl alcohol untuk membentuk scaffold nanofiber yang berpotensi diaplikasikan pada rekayasa jaringan tulang di bidang ortopedi.
Melalui penyelenggaraan sidang terbuka ini, Universitas Negeri Malang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif menghasilkan riset dan gagasan akademik untuk menjawab persoalan nyata di bidang industri, pendidikan, budaya, kesehatan, dan kebencanaan.
Pewarta:*Ali Halim



















