Mahasiswi di Malang Lompat dari Jembatan Suhat

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang melakukan dugaan aksi bunuh diri di Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/1/2026) dini hari hingga memicu perhatian pengguna jalan.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak puluhan orang berkerumun di area jembatan. Sementara itu, mobil Ambulance tampak datang tak lama berselang di depan apartemen sebelah jembatan.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan masyarakat sekitar pukul 00.30 WIB setelah seorang pengendara melihat korban terjatuh dari atas jembatan.

“Ada percobaan bunuh diri dengan jatuh dari Jembatan Suhat, Jalan Soekarno Hatta, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang,” kata Anang.

Korban diketahui berinisial TAM (24), mahasiswi asal Jakarta Selatan yang tengah menempuh pendidikan di salah satu PTN. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kejadian bermula ketika saksi mata berinisial TS, seorang pengemudi ojek online, melintas di atas jembatan dan melihat seseorang menjatuhkan diri. TS kemudian memastikan kondisi di bawah jembatan dan mendapati korban tergeletak.

“Saksi TS yang saat itu sedang melintas di jembatan Suhat Kota Malang melihat seseorang yang menjatuhkan diri dari atas jembatan,” ujar Anang.

Saksi segera menghubungi aparat kepolisian dan relawan. Tak berselang lama, personel Polsek Lowokwaru, tim Inafis Polresta Malang Kota, relawan RJT, serta tenaga medis tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Saat dilakukan pengecekan terhadap korban yang jatuh dari jembatan. Korban dinyatakan masih hidup dan dari relawan tim medis mengecek kondisi tubuh korban diperkirakan korban luka patah tulang di bagian tangan kanan,” lanjut Anang.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans relawan menuju RSSA Malang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sementara itu, pihak kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta.

“Selanjutnya korban dibawa ambulan RJT ke IGD Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang sambil menunggu keluarga korban di Jakarta bisa dihubungi untuk proses selanjutnya,” ujar Anang.

Polisi masih mendalami latar belakang kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi psikologis di lingkungan sekitar, terutama pada jam-jam rawan.

Sumber: medcom.id

Exit mobile version