SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan implementasi Rencana Induk (Masterplan) Drainase untuk mengatasi masalah banjir tahunan. Hasilnya, durasi genangan air di sejumlah titik dilaporkan menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Genangan Surut dalam 20 Menit
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyatakan bahwa masterplan drainase yang dijalankan saat ini terbukti efektif.
Jika dulu banjir bisa merendam jalanan hingga 2–3 jam, kini sistem drainase yang lebih tertata mampu mengalirkan air jauh lebih cepat.
”Memang masih terjadi banjir di beberapa titik jika hujan intensitas tinggi, namun durasinya sudah singkat. Umumnya 20 hingga 30 menit setelah hujan reda sudah surut,” ungkap Dandung.
Strategi Penanganan Banjir Pemkot Malang
Dalam upaya meminimalisir luapan air, Pemkot Malang tidak hanya terpaku pada dokumen teknis, tetapi juga melakukan aksi lapangan yang masif.
Langkah tersebut mencakup normalisasi sungai dan saluran melalui pengerukan sedimen secara berkala di titik-titik rawan.
Selain itu, pemeliharaan rutin terus ditingkatkan untuk memastikan kapasitas drainase tetap optimal dalam menampung debit air tinggi. Seluruh upaya ini diintegrasikan dengan rencana induk drainase yang menjadi panduan utama pembangunan infrastruktur kota agar lebih terstruktur.
Tantangan Cuaca Ekstrem dan Air Kiriman
Meski sistem drainase membaik, Dandung mengakui bahwa cuaca ekstrem dan air kiriman dari wilayah hulu masih menjadi kendala utama. Luapan air di kawasan strategis seperti Jalan Letjen S. Parman, Jalan Letjen Sutoyo, hingga Kali Kajaran seringkali dipicu oleh debit air yang meluap dari wilayah Sengkaling, Kabupaten Malang.
Kondisi sungai saat ini belum sepenuhnya mampu menampung beban air kiriman saat hujan deras merata di wilayah Malang Raya.
Pemkot Malang berkomitmen untuk terus mengevaluasi titik-titik sumbatan agar target “Malang Bebas Banjir” dapat segera terealisasi secara permanen.
