Meski Belum Ada Kasus, Dinkes Kota Malang Perketat Kewaspadaan Super Flu

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayahnya. Meski demikian, kewaspadaan di seluruh layanan kesehatan tetap ditingkatkan menyusul temuan kasus di sejumlah daerah lain.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan pasien dengan status suspek maupun terkonfirmasi super flu.

“Sampai saat ini, masih belum ada laporan baik suspek ataupun konfirmasi gejala super flu di Kota Malang,” ujar Husnul Muarif, dikutip Senin (5/1/2026).

Langkah antisipasi ini dilakukan seiring rilis Kementerian Kesehatan yang mencatat penyebaran virus tersebut di delapan provinsi. Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 23 kasus hingga akhir Desember 2025.

Meski belum ada arahan teknis tertulis dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Husnul mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini di lapangan.

“Kami masih menunggu petunjuk teknisnya seperti apa, karena arahan tertulis maupun arahan khusus dari Dinkes Provinsi Jatim masih belum ada. Namun, kami sudah mengimbau teman-teman medis baik di puskesmas maupun posyandu apabila ditemukan ada yang bergejala, maka bisa dilakukan deteksi awal untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit,” beber Husnul.

Ia menilai, pengalaman panjang selama pandemi Covid-19 menjadi modal penting bagi Kota Malang dalam menghadapi potensi ancaman kesehatan baru. Kesiapan tenaga medis dan fasilitas layanan kesehatan dinilai sudah terbentuk dengan baik.

“Karena kita sudah belajar saat masa pandemi covid-19, maka teman-teman medis sudah memiliki banyak pengalaman. Sehingga, baik tenaga medis maupun fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun RSUD Kota Malang sudah siap,” ungkap Husnul.

Untuk penanganan lanjutan, Dinkes Kota Malang juga telah menyiapkan jejaring rujukan dengan rumah sakit rujukan regional.

“Apabila membutuhkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut, kami juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA),” tambahnya.

Husnul menjelaskan, secara klinis super flu memiliki gejala yang mirip dengan influenza biasa, namun dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi akibat mutasi virus.

“Super flu ini merupakan mutasi dari H3 ke H3N2 dan apabila bermutasi, maka biasanya menimbulkan beberapa gejala. Gejalanya hampir sama dengan flu biasa, tetapi derajatnya lebih berat,” jelasnya.

Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi terkait super flu, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak bingung dan panik dengan adanya super flu ini. Tetap waspada dan jaga kesehatan, dengan cara saat beraktivitas di luar memakai masker serta mengonsumsi makanan bergizi,” tandas Husnul.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K secara nasional hingga akhir Desember 2025. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak, sehingga kewaspadaan di tingkat daerah terus diperkuat guna mencegah penularan lebih luas.

Exit mobile version