Iklan

Meski Rampung, Wagub Emil Beri Catatan Teknis Drainase Suhat Malang

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Proyek pembangunan drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, resmi dinyatakan rampung. Namun, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pekerjaan tersebut belum sepenuhnya lepas dari evaluasi. Bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Emil turun langsung meninjau kondisi drainase pada Selasa (13/1/2026).

Peninjauan itu dilakukan menyusul adanya masukan dari masyarakat terkait kondisi saluran yang masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan. Beberapa lubang saluran disebut masih terbuka dan dipenuhi sedimen meski konstruksi telah selesai.

Iklan

“Alhamdulillah pengerjaan sudah selesai. Namun masih ada sejumlah catatan teknis di lapangan. Selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan, pihak pelaksana bertanggung jawab penuh untuk melakukan pembersihan dan pembenahan. Kami akan terus mengawal agar fungsi drainase ini maksimal,” ujar Emil.

Dari hasil pengecekan, Emil menemukan beberapa titik yang perlu segera dibenahi. Di antaranya, tutup boks tangkapan air yang tertutup lapisan aspal, hingga posisi manhole saluran yang belum rata dengan permukaan jalan. Padahal, boks tangkapan air berfungsi penting sebagai penyaring sedimen dan sampah sebelum air mengalir ke saluran utama.

Emil memastikan seluruh catatan teknis tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait agar tidak mengganggu fungsi drainase dalam jangka panjang.

Meski masih ada evaluasi, Emil tetap memberikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur. Ia menilai proyek tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sehingga dampaknya terhadap aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar Suhat dapat ditekan.

“Dari hasil uji petik dan dialog dengan warga, alhamdulillah kondisinya dirasakan lebih baik,” kata Emil.

Tak hanya soal teknis, Emil juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kawasan tersebut. Ia mengingatkan agar ruang publik di sepanjang Suhat tidak dimanfaatkan sembarangan, mengingat kontur jalan yang relatif lebih rendah kerap dijadikan lokasi parkir maupun pemasangan banner.

Menurut Emil, sterilisasi area publik penting dilakukan agar fungsi pedestrian tetap optimal sekaligus menjaga estetika kawasan.

Ke depan, Emil mengungkapkan masih ada pekerjaan lanjutan berupa pengerjaan lantai atau flooring yang direncanakan berlangsung tahun ini. Ia meminta koordinasi antara Pemprov Jatim dan Pemkot Malang diperkuat, terutama terkait pengaturan lalu lintas dan jadwal pengerjaan agar tidak kembali membebani pedagang di sekitar lokasi.

“Masukan publik sangat berharga. Pengawasan dari masyarakat adalah hal yang baik, dan menjadi dorongan bagi kami untuk memastikan semua catatan dibenahi secara menyeluruh,” ungkap Emil.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan komitmen Pemkot Malang dalam menjaga wajah kota, khususnya di kawasan Suhat. Ia menyatakan jalur pedestrian akan disterilkan dari parkir liar maupun atribut yang mengganggu ketertiban.

“Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai fasilitas umum yang berkualitas. Saya sudah instruksikan jajaran di tingkat Kecamatan hingga Satpol PP untuk melakukan sosialisasi dan penertiban secara bertahap agar pedestrian ini steril, indah serta nyaman,” tutup Ali.

Iklan
Iklan
Iklan