Iklan

Pelatih Arema FC Blak-blakan soal Tekanan yang Jadi Penyebab Gagal Gol

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Arema FC masih punya pekerjaan rumah besar jelang laga berikutnya. Setelah kembali gagal mencetak gol saat tumbang 0-2 dari Dewa United pekan lalu, sorotan kini mengarah pada lini depan Singo Edan yang mulai kehilangan ketajaman.

Situasi ini juga berimbas pada striker utama Dalberto Luan Bello. Penyerang asal Brasil itu tercatat sudah cukup lama puasa gol, terakhir kali mencatatkan namanya di papan skor pada 3 November 2025.

Iklan

Pelatih Arema FC Marcos Santos pun tak menutup mata. Ia mengungkapkan ada satu faktor utama yang membuat penyelesaian akhir anak asuhnya sering tak maksimal, meski peluang sebenarnya cukup banyak tercipta.

“Masalahnya adalah tingkat konsentrasi, fokus, dan juga tekanan berada di tim besar seperti Arema. Tim menciptakan banyak peluang dan bermain menyerang, tetapi para pemain gagal mencetak gol, jadi memang perlu evaluasi agar pemain bisa lebih produktif mencetak gol,” terang Santos, dikutip Minggu (1/2/2026).

Marcos menyebut, bermain di klub sebesar Arema memang tidak mudah. Ekspektasi tinggi dari publik dan suporter membuat pemain kerap berada dalam tekanan, terutama ketika peluang demi peluang gagal berbuah gol.

Menurutnya, evaluasi menjadi hal mendesak agar Arema bisa kembali produktif, apalagi kompetisi memasuki fase penting.

Sebagai langkah penyegaran, manajemen Arema FC mendatangkan sejumlah pemain anyar pada bursa transfer paruh musim. Nama-nama seperti Gustavo Franca, Gabriel Silva, hingga Joel Vinicius diharapkan memberi energi baru bagi lini serang.

Marcos menilai kehadiran Joel Vinicius bisa menjadi jawaban atas masalah Dalberto yang selama ini terlalu sering sendirian di depan.

Dalberto kerap dijaga dua sampai tiga pemain lawan, sehingga ruang geraknya terbatas. Dengan opsi duet striker, beban itu bisa terbagi.

“Ya bisa saja jika mereka bermain bersama Dalberto dan Vini (Joel Vinicius), karena di Brazil juga sudah ada seperti Bebeto dan Romário di final Piala Dunia, jadi Dalberto dan Vini pasti bisa bermain bersama,” jelasnya.

Selain dua striker asing tersebut, Marcos juga menyebut Arema masih punya sosok Dedik Setiawan yang bisa menjadi pembeda.

Kecepatan Dedik dinilai dapat dimanfaatkan untuk mengganggu konsentrasi lawan sekaligus menguras stamina lini belakang tim lawan, terutama saat laga berjalan ketat.

Arema FC kini bersiap menghadapi Persijap Jepara, tim yang menurut Marcos sudah banyak berubah dibanding putaran pertama.

Persijap melakukan perombakan, mulai dari pergantian pelatih hingga beberapa pemain baru. Ditambah lagi, mereka datang dengan modal kemenangan atas PSM Makassar.

“Mereka kedatangan pelatih dan pemain bagus di putaran kedua. Kemarin kami sempat menang, dan itu artinya tidak ada alasan bagi kami untuk bisa bermain lebih baik dan ambil poin penuh di kandang,” tutup Santos.

Sumber: IDN Times

Iklan
Iklan
Iklan