Iklan

Pemkot Malang Jinakkan Banjir Langganan di Jalan Bondowoso dengan Bangun Mini Bozem

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah baru untuk menekan persoalan banjir yang kerap muncul di sejumlah titik rawan. Salah satu jurus yang disiapkan adalah pembangunan mini bozem di kawasan Jalan Bondowoso, yang dirancang sebagai penangkap air hujan sebelum dialirkan ke sistem drainase utama.

Keberadaan mini bozem ini diharapkan mampu mengurangi beban saluran air di kawasan padat, terutama saat hujan deras mengguyur Kota Malang. Selama ini, genangan masih menjadi persoalan rutin di beberapa ruas jalan seperti Jalan Galunggung, Jalan Bareng, Jalan IR Rais, hingga Jalan Langsep.

Iklan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa mini bozem di Jalan Bondowoso akan berfungsi sebagai area penampungan sementara sebelum air masuk ke saluran yang baru dibangun.

“Bozem di Bondowoso konsepnya mini bozem. Nanti, air ditangkap terlebih dahulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” kata Dandung.

Air yang tertampung nantinya tidak berhenti di lokasi tersebut. Aliran dari saluran Jalan Bondowoso akan langsung diarahkan menuju Sungai Metro yang berada di wilayah Tidar, Kota Malang. Dengan skema ini, aliran air diharapkan lebih terkendali dan tidak langsung membebani drainase di kawasan permukiman.

Secara teknis, mini bozem akan dibangun menggunakan box culvert dengan ukuran sekitar 2,5 meter hingga tiga meter. Meski demikian, pemerintah kota masih akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan kapasitas tampung yang ideal sesuai kondisi lapangan.

Saat ini, tahapan proyek masih berada pada fase perencanaan. Selain kajian teknis, Pemkot Malang juga menunggu proses pengadaan dan lelang yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Pembangunan mini bozem ini masuk dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUREP) yang pendanaannya mendapat dukungan dari Bank Dunia.

Dandung menyebut, apabila seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala, penandatanganan kontrak pembangunan dimungkinkan terlaksana pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Sementara itu, target penyelesaian keseluruhan proyek dipatok pada awal 2027.

Dalam pelaksanaannya nanti, pekerjaan akan dilakukan di area tengah jalan. Lokasi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk jacking atau struktur bawah tanah juga akan dimaksimalkan kembali.
“Pekerjaan dilakukan di tengah jalan dan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya dipakai untuk jacking (struktur bawah tanah), nanti akan kami angkat,” ujar dia.

Sumber: Antara Jatim

Iklan
Iklan
Iklan