SUARAMALANG.COM,Kota Malang– Bursa calon Ketua KONI Kabupaten Malang kian menghangat. Dinamika dukungan yang mengerucut di kalangan legislatif turut mewarnai kontestasi menuju kepemimpinan baru induk organisasi olahraga tersebut. Di tengah pusaran dukungan lintas fraksi, nama Zia’ul Haq mencuat sebagai salah satu kandidat kuat yang diperhitungkan.
Zia’ul Haq yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan jejaring yang cukup luas untuk memimpin KONI Kabupaten Malang ke depan. Dukungan terhadapnya pun disebut terus mengalir dari sejumlah cabang olahraga (cabor)
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok, menegaskan bahwa majunya Zia’ul Haq bukan semata-mata pertarungan politik, melainkan bentuk komitmen terhadap kemajuan olahraga daerah.
“Mas Zia ini bukan hanya politisi, tetapi juga figur yang punya kepedulian terhadap pembinaan olahraga. Kami melihat beliau punya kemampuan manajerial dan komunikasi yang kuat untuk merangkul semua cabor,” ujar Chusni, Selasa (11/2/2026).
Menurut Chusni Mubarok, pengalaman Zia sebagai pimpinan fraksi di DPRD memberikan nilai tambah dalam hal koordinasi, penguatan kebijakan, serta membangun sinergi antara legislatif dan insan olahraga. Hal tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan arah pembangunan daerah.
Ia juga menanggapi dinamika dukungan yang berkembang di publik. Terkait jumlah dukungan cabor yang mengemuka, Chusni menegaskan bahwa proses administrasi memiliki tahapan tersendiri.
“Dalam setiap proses pencalonan tentu ada mekanisme dan verifikasi. Dukungan itu bukan hanya soal angka di awal, tetapi bagaimana komitmen riil yang terbangun. Kami optimistis dukungan terhadap Mas Zia solid dan terus bertambah,” tegasnya.
Chusni menambahkan, kontestasi ini seharusnya dipandang sebagai momentum positif bagi olahraga Kabupaten Malang. Menurutnya, semakin banyak figur yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk maju, semakin baik pula bagi masa depan KONI.
“Saya tidak ingin ini dilihat sebagai persaingan politik semata. Olahraga adalah ruang pembinaan karakter, prestasi, dan kebanggaan daerah. Siapa pun yang terpilih nanti harus mampu merangkul semua pihak,” ujarnya.
Di tengah menguatnya keterlibatan sejumlah tokoh legislatif dalam bursa calon Ketua KONI, publik pun menyoroti bagaimana arah organisasi olahraga tersebut ke depan. Apakah akan lebih profesional dan fokus pada pembinaan jangka panjang, atau sekadar menjadi arena tarik-menarik pengaruh.
Baginya, jawaban atas pertanyaan itu terletak pada komitmen terhadap tata kelola yang transparan dan berorientasi prestasi.
“Mas Zia ingin KONI ke depan lebih terbuka, pembinaan atlet diperkuat sejak dini, dan prestasi Kabupaten Malang di tingkat provinsi maupun nasional meningkat. Itu yang menjadi visi besarnya,” pungkas Chusni.
Kontestasi ini masih akan bergulir hingga tahapan pemilihan resmi digelar. Namun satu hal yang pasti, dinamika di pusaran legislatif telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mencari nahkoda baru KONI Kabupaten Malang.
Pewarta:*MS Al Katiri

























