Petani Desak BGN Segera Aktifkan Dapur MBG

SUARAMALANG.COM, Surabaya – Unjukrasa ratusan massa dari kalangan petani, relawan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) SE Jatim di kawasan depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (8/7/2026), mendesak agar BGN segera membuka kembali dapur umum yang sudah ditutup sementara.

Sebab, dampak penutupan berakibat terhadap produsen telur hingga sayur mayur di Jatim.

Menurut Koordinator Komunitas Petani Malang Raya, Sholehuddin, selama hampir satu tahun terakhir, para petani telah mengubah total pola tanam demi menyuplai kebutuhan harian dapur MBG.

“Dulu harga tidak stabil, tapi sejak ada MBG, hasil panen kami pasti dibeli setiap hari dengan harga yang baik. Sekarang pengiriman berhenti total, harga di pasar umum mulai naik-turun lagi, dan petani kebingungan menyalurkan stok sayur yang melimpah,” ungkap Sholehuddin.

Dengan kondisi seperti itu, petani saat ini terdampak karena pasokan sayur dan telur yang mereka produksi, tidak ada lagi yang membeli.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang, H.Machrus Sholeh menegaskan, aksi damai dari ratusan massa meminta agar BGN mengaktifkan kembali dapur MBG yang sudah ditutup sementara.

“Pengunjukrasa menyampaikan keluh kesah karena MBG di stop, mereka menuntut BGN untuk terbuka dengan mitra. Sehingga program prioritas Presiden Prabowo Subianto, berjalan semakin baik kedepannya,” ucap Machrus sapaan akrabnya, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, keluh kesah para petani sayur mayur dan produsen telur di Jawa Timur, hendaknya menjadi acuan BGN agar program makan bergizi, bisa kembali berjalan dengan sistem yang lebih baik lagi.

“Sebagai contoh harga telur waktu ada MBG Rp 25 ribu perkilogram. Saat MBG distop harganya di awah Rp 18 ribu per kilo. Lalu ada sawi dari harga Rp 15 ribu saat ini cuma Rp 3 ribu. Sehingga petani terdampak betul dengan berhentinya program Presiden ini,” pungkas Machrus.

Exit mobile version