Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Jembatan Gantung Termangu di Kabupaten Malang

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan jembatan gantung Termangu yang menghubungkan Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung, dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (8/2/2026). Peresmian tersebut direncanakan berlangsung setelah Presiden menghadiri peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Agenda peresmian jembatan ini menjadi bagian dari kunjungan Presiden ke Malang Raya. Meski belum diumumkan secara resmi menteri yang akan mendampingi, pemerintah daerah memastikan persiapan telah dilakukan. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, membenarkan rencana tersebut. “Iya, diagendakan kalau Pak Presiden akan meresmikan jembatan gantung itu,” ujar Budiar Anwar, Jumat (6/2/2026).

Jembatan gantung Termangu merupakan salah satu proyek dalam Program 1.000 Jembatan Gantung Garuda yang digagas pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas wilayah. Infrastruktur ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp 400 juta, memiliki panjang 143 meter dan lebar 1,2 meter, serta diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki.

Akses Vital Antar Kecamatan dan Dampak Sosial

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh TNI dengan teknik khusus Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan rampung dalam waktu relatif singkat, sekitar satu bulan, pada pertengahan Januari 2026. Jembatan ini secara strategis memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya mencapai sekitar 45 menit menjadi hanya 10 menit, terutama bagi pelajar dan warga yang beraktivitas lintas kecamatan.

Selain fungsi utilitas, keberadaan jembatan Termangu juga memunculkan dinamika sosial baru. Meski akses menuju lokasi masih berupa jalan tanah dan belum dirabat beton, jembatan ini telah menarik perhatian warga dan menjadi perbincangan di media sosial. Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung, bahkan menjajal sensasi berjalan di atas jembatan yang bergoyang di atas hamparan sawah dan aliran sungai.

Kepala Desa Trenyang, Didik Santoso, menilai jembatan tersebut berpotensi lebih dari sekadar sarana penghubung. Menurutnya, panorama alam sekitar membuka peluang pengembangan wisata berbasis desa. Ia juga menekankan manfaat langsung bagi mobilitas dan ekonomi warga yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses.

Program 1.000 Jembatan Gantung sendiri dipelopori oleh Vertical Rescue Indonesia (VRI) bersama TNI AD dan pemerintah, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur penghubung di daerah terpencil dan pascabencana. Program ini mengedepankan prinsip gotong royong, efisiensi waktu pembangunan, serta peningkatan aksesibilitas masyarakat.

Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang–Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Termangu menjadi contoh konkret kolaborasi tersebut. “Untuk proses pengerjaannya itu hampir satu bulan, sedangkan peresmiannya kita menunggu informasi dari Jakarta, tujuannya membuka akses daerah terpencil, mempermudah anak sekolah, warga ke pasar, bahkan akses antar desa,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Dengan diresmikannya jembatan gantung Termangu oleh Presiden, pemerintah daerah berharap infrastruktur ini tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Dalam jangka panjang, jembatan ini diproyeksikan mampu mendorong pergerakan ekonomi desa dan membuka peluang pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Exit mobile version