Program Becak Listrik Presiden Masuk Tahap Lanjutan, Wali Kota Malang Pastikan Pemerataan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang memastikan seluruh pengemudi becak yang masih aktif beroperasi di wilayah Kota Malang akan menerima bantuan becak listrik secara bertahap.

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat penyerahan 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Kota Malang, Selasa (20/1/2026).

Wahyu menyebut, bantuan 200 unit becak listrik yang disalurkan saat ini merupakan tahap awal. Program tersebut akan dilanjutkan hingga seluruh pengemudi becak aktif di Kota Malang menerima bantuan serupa.

“Yang hari ini diterima 200 unit ini merupakan tahap awal. Sesuai penjelasan Ketua Yayasan GSN, seluruh pengemudi becak yang masih aktif, Insya Allah akan mendapatkan becak listrik,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, bantuan lanjutan direncanakan kembali disalurkan pada tahun 2025 dan 2026. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil, khususnya pengemudi becak.

Wahyu menegaskan, seluruh becak listrik yang diserahkan merupakan bantuan langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan tidak bersumber dari APBN maupun APBD.

“Ini murni dari dana pribadi Bapak Presiden melalui Yayasan GSN, bukan dari anggaran negara,” tegasnya.

Selain pengemudi becak, Pemkot Malang juga menyampaikan bahwa kelompok penyandang disabilitas akan mendapatkan perhatian serupa. Pemerintah daerah telah meminta Dinas Sosial untuk berkoordinasi guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan PT Pindad (Persero) dan PLN UP3 Malang. PLN menyatakan kesiapan mendukung program becak listrik melalui penyediaan fasilitas pengisian daya, termasuk kemungkinan pemanfaatan program CSR untuk meringankan biaya pengisian listrik.

Wahyu menambahkan, becak listrik juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata Kota Malang. Menurutnya, moda transportasi tradisional tersebut masih diminati wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, sebagai sarana menikmati suasana kota.

“Kami akan atur agar tidak tumpang tindih dengan ojek online. Becak listrik ini diarahkan untuk mendukung pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko menegaskan bahwa becak listrik diberikan secara gratis tanpa pungutan apa pun dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.

“Becak ini bantuan Presiden, gratis, tidak dipungut satu rupiah pun. Jika sudah tidak mampu mengoperasikan, boleh diwariskan ke keluarga, tapi tidak dijual,” tegasnya.

Program becak listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di Kota Malang.

Pewarta:*Abdul Halim

Exit mobile version