Iklan

Proyek Unggas Strategis Nasional Dibangun di Kabupaten Malang, PT Berdikari Investasi Rp60 Miliar

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Malang sebagai lokasi peternakan unggas terpadu Malang dalam Program Pengembangan Hilirisasi Industri Perunggasan Nasional. Melalui penugasan kepada BUMN PT Berdikari (ID Food Group), proyek bernilai investasi Rp60 miliar ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan pasokan protein hewani nasional.

Keseriusan proyek strategis nasional tersebut ditunjukkan dengan kunjungan langsung Dewan Komisaris dan Direksi PT Berdikari untuk meninjau kesiapan lahan seluas hampir 5,6 hektare di Dusun Maduarjo, Desa Babadan, Kecamatan Ngajum. Lokasi ini direncanakan menjadi kawasan kandang pembibitan ayam Grand Parent Stock (GPS) sekaligus hatchery modern.

Iklan

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan fisik kandang akan segera dimulai.

“Insya Allah jika tidak ada perubahan ground breaking pembangun kandang akan dilaksanakan pada Rabu 7 Januari 2026 mendatang,” ujar Budiar.

Kandang GPS Berteknologi Tinggi

Budiar menjelaskan, total luas kandang mencapai 56.989 meter persegi dengan kapasitas 18.000–21.000 ekor ayam ras pedaging kategori GPS. Berbeda dengan peternakan ayam pada umumnya, proyek ini fokus pada pembibitan indukan ayam berjenjang, dari GPS hingga menghasilkan Final Stock (FS) yang dikonsumsi masyarakat.

“Yang membangun adalah BUMN yaitu PT Berdikari (ID Food Group). Nilai investasi untuk program ini sebanyak Rp 60 miliar,” kata Budiar.

Ayam GPS sendiri merupakan ayam indukan tingkat tertinggi yang tidak diperdagangkan bebas di pasaran. Jenis ini hanya dapat dihasilkan melalui teknologi dan rekayasa genetika tingkat lanjut, serta selama ini harus diimpor dari negara-negara tertentu seperti Perancis, Amerika Serikat, dan Cina. Harga anakan GPS bahkan mencapai sekitar Rp1,2 juta per ekor.

Dari Hulu ke Hilir, Perkuat Ketahanan Pangan

Dalam skema industri perunggasan nasional, ayam GPS akan menghasilkan keturunan Parent Stock (PS) yang selanjutnya dikembangbiakkan menjadi Final Stock (FS). Ayam FS inilah yang menjadi sumber daging dan telur untuk konsumsi masyarakat, termasuk industri makanan berskala besar.

Pemkab Malang menyambut proyek ini sebagai penguat ketahanan pangan daerah sekaligus penopang program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Budiar, industri ini mencakup rantai produksi lengkap dari hulu hingga hilir sehingga menjamin keberlanjutan pasokan ayam dan telur.

Kabupaten Malang sendiri sebelumnya telah menjadi lokasi sejumlah proyek nasional, mulai dari Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur, SMA Taruna Nusantara di Pagak, hingga Kampung Nelayan Merah Putih di Pantai Sipelot, Kecamatan Tirtoyudo. Kehadiran peternakan unggas terpadu ini memperkuat posisi Malang sebagai salah satu episentrum pembangunan pangan nasional.

Standar Keamanan dan Pengawasan Ketat

Proyek ini dirancang dengan sistem keamanan hayati (biosecurity) tinggi. Seluruh proses budidaya berbasis mesin dan dikendalikan tenaga ahli. Bahkan, lalu lintas burung liar di sekitar kandang akan dikontrol ketat untuk mencegah risiko penyakit.

Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Prof. Ali Agus, menegaskan bahwa peternakan ayam GPS bukan usaha yang mudah dan hanya dapat dikelola oleh entitas dengan kapasitas besar serta pengawasan negara.

Ia menjelaskan, proyek ini tidak hanya ditujukan memenuhi kebutuhan lokal dan sektor perhotelan, restoran, dan katering (Horeka), tetapi diproyeksikan melayani kebutuhan lintas provinsi hingga nasional, sejalan dengan roadmap swasembada protein hewani.

Langkah pembangunan peternakan unggas terpadu Malang ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat hilirisasi dan mengurangi ketergantungan impor indukan unggas. Informasi kebijakan nasional sektor perunggasan dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Iklan
Iklan
Iklan