SUARAMALANG.COM, Kendal – Pemerintah Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp 1 juta kepada setiap kepala keluarga (KK) pada tahun ini. Program tersebut dibiayai dari hasil pengelolaan Wisata Alam Kalikesek yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi sumber pendapatan utama desa.
Kebijakan pembagian THR ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan nominal yang terus meningkat. Pemerintah desa menyebut program tersebut sebagai bentuk distribusi langsung manfaat ekonomi dari sektor pariwisata kepada masyarakat setempat.
Wisata Kalikesek Jadi Penopang Ekonomi Desa
Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, menjelaskan pembagian THR merupakan komitmen pemerintah desa untuk memastikan keuntungan dari pengelolaan wisata dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Tahun 2024 sebesar Rp 500 ribu, tahun 2025 Rp 750 ribu, dan tahun ini Rp 1 juta per KK,” ujarnya.
Desa Sriwulan sendiri dihuni sekitar 255 kepala keluarga yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Kehadiran wisata Kalikesek yang menawarkan panorama pegunungan menjadi alternatif sumber ekonomi baru di luar sektor pertanian.
Pengelola wisata Kalikesek, Arik, menjelaskan jumlah wisatawan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada hari biasa, kawasan tersebut dikunjungi sekitar 1.000 hingga 1.500 orang per hari, sementara pada akhir pekan atau musim libur jumlahnya bisa lebih tinggi.
Lonjakan kunjungan tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan wisata desa. Pada 2025, pengelolaan wisata Kalikesek menghasilkan sekitar Rp 1,4 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 1 miliar. Sebagian dana tersebut digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata sekaligus mendukung program kesejahteraan masyarakat.
Warga Rasakan Dampak Langsung
Salah satu warga Dusun Kalikesek, Salafudin, mengaku bantuan THR tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah tahun ini dapat THR Rp 1 juta. Sangat membantu kami sebagai warga biasa. Apalagi untuk kebutuhan Lebaran,” katanya.
Ia berencana menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membeli perlengkapan sekolah bagi anaknya yang baru saja meraih prestasi di sekolah.
Selain pembagian THR, pemerintah desa juga menjalankan sejumlah program sosial bagi masyarakat, seperti bantuan bagi warga yang sakit atau mengalami musibah, yang biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai dan sembako.
BUMDes Kelola Beragam Unit Usaha
Menurut Nur Abidin, Desa Sriwulan kini mengembangkan enam unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain sektor wisata, unit usaha tersebut mencakup koperasi simpan pinjam, pengelolaan sampah, serta jasa persewaan.
Pemerintah desa juga memberikan bentuk penghargaan tersendiri kepada lembaga desa seperti LINMAS, RT, RW, dan BPD atas kontribusi mereka dalam pengelolaan dan pelayanan masyarakat.
Ke depan, desa menargetkan pengembangan usaha yang lebih luas agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Salah satu rencana yang tengah dipertimbangkan adalah penyediaan jaminan kesehatan melalui pembayaran iuran BPJS bagi seluruh warga.
Dengan meningkatnya pendapatan dari wisata Kalikesek, Desa Sriwulan berupaya menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi desa dan distribusi manfaat kepada masyarakat. Model pengelolaan ini dinilai menjadi contoh bagaimana potensi wisata lokal dapat dioptimalkan untuk memperkuat kesejahteraan warga secara kolektif.



















