SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar selama dua hari, Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026, di Stadion Gajayana, Kota Malang. Kegiatan akbar ini diprediksi dihadiri lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah, dengan rangkaian acara yang dimulai sejak Sabtu malam hingga puncak resepsi pada Ahad pagi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga dijadwalkan hadir dalam momentum bersejarah tersebut.
Ketua PCNU Kota Malang, KH Dr Isroqunnajah, menyampaikan bahwa antusiasme jemaah sangat tinggi. Data resmi yang masuk ke panitia menunjukkan jumlah jemaah terkonfirmasi telah melampaui 100 ribu orang, belum termasuk jemaah yang datang secara mandiri. “Yang terdata saja sudah lebih dari 100 ribu. Di luar itu, kemungkinan masih banyak lagi,” ujarnya.
Persiapan terus dimatangkan oleh panitia dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Kota Malang disebut aktif sejak awal ditunjuk sebagai tuan rumah, mulai dari pengaturan lalu lintas, penyiapan venue, hingga koordinasi pengamanan. Gus Is, sapaan akrabnya, menegaskan kesiapan acara, termasuk kemungkinan kehadiran Presiden, telah mencapai tahap akhir. “Termasuk kesiapan kehadiran RI 1 yang saat ini sudah 99 persen,” katanya.
Pembatasan Kapasitas dan Skema Pengamanan Jemaah
Lonjakan jumlah jemaah membuat panitia menerapkan pembatasan masuk ke dalam Stadion Gajayana. Berdasarkan asesmen kepolisian, stadion bersejarah tersebut hanya direkomendasikan menampung maksimal 30 ribu orang demi keamanan dan kenyamanan. “Artinya memang tidak semuanya bisa masuk ke dalam stadion,” ujar Gus Is, menjelaskan hasil kajian Polda Jawa Timur.
Mekanisme pembagian kuota diserahkan kepada masing-masing Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur. Setiap PC diminta mengirimkan estimasi jumlah jemaah, yang kemudian disesuaikan dengan kapasitas venue. Panitia menetapkan kuota sekitar 30 persen dari usulan tiap daerah agar distribusi tetap proporsional.
Bagi jemaah yang tidak dapat masuk ke stadion, panitia menyiapkan sejumlah titik videotron di sekitar kawasan Gajayana. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga akan menurunkan mobil videotron untuk menjangkau titik-titik keramaian. Skema ini diharapkan tetap memungkinkan seluruh jemaah mengikuti rangkaian acara utama.
Dari sisi kesehatan dan keselamatan, panitia mengimbau jemaah hadir dalam kondisi fisik prima dan tidak membawa anak kecil. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko kesehatan di tengah kepadatan massa yang besar.
Rangkaian Harlah 1 Abad NU akan diawali dengan sholawat bersama pada Sabtu malam, dilanjutkan khotmil Qur’an, sholat malam, mujahadah, dan sholat Subuh berjamaah hingga Ahad pagi. Puncak resepsi dijadwalkan berlangsung Ahad pagi dengan agenda sambutan tokoh NU, Gubernur Jawa Timur, hingga sambutan Presiden Republik Indonesia.
Rundown dan susunan acara Mujahadah Kubro dan Puncak Harlah 1 Abad NU :
RUNDOWN – 1
Sabtu, 7 Februari 2026
21.00 – 24.00: Sholawat Bersama Majelis Sholawat se-Malang Raya
Ahad, 8 Februari 2026
00.00 – 01.00: Khotmil Qur’an 999 kali bersama Qori Nasional dan Internasional
(Ket: Angka 999 kali berasal dari khotmil quran oleh 30 juz = 30 orang x 999 = 29.970 orang. Peserta khotmil quran bisa dari cabang atau lainnya)
01.00 – 02.00: Sholat Malam (Tahajud dan Hajat)
02.00 – 04.00: Mujahadah dan Ijazah Kubro
04.00 – 05.00: Sholat Shubuh Berjamaah
05.00 – 06.30: Gajayana Bersholawat bersama Majelis Syubbanul Muslimin
RUNDOWN – 2
Ahad, 8 Februari 2026
06.30 – 08.00: Puncak Resepsi 1 Abad NU Masehi dengan acara:
Pembukaan MC
Pembacaan Ayat Suci Al Quran
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon
Sambutan Ketua PWNU Jawa Timur
Sambutan Gubernur Jawa Timur
Taujihad Mustaysar PWNU Jatim / Rois Aam PBNU
Sambutan Presiden Republik Indonesia
Pembacaan Doa
Peringatan satu abad NU di Kota Malang ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan peran NU dalam perjalanan bangsa. Dengan pengaturan ketat, dukungan lintas instansi, dan partisipasi jemaah yang masif, Harlah 1 Abad NU diharapkan berlangsung khidmat, aman, dan memberi makna kebangsaan yang kuat bagi seluruh warga nahdliyin.





















