Saling Lapor Nikah Siri Sesama Jenis di Malang Memanas, Fakta Baru dan Dugaan Mengejutkan Terkuak

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kasus pernikahan siri sesama jenis di Malang terus memanas. Kedua pihak kini saling melapor ke kepolisian. Konflik pun melebar dengan berbagai tudingan baru.

Sosok Rey, yang juga mengaku bernama Yupi Rere, lebih dulu melapor ke Polres Batu. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik. Langkah ini diambil beberapa jam setelah dirinya dilaporkan oleh IA alias Intan.

Rey menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyembunyikan identitas. Ia mengaku sudah terbuka sebagai perempuan kepada keluarga Intan sejak awal. Pernyataan itu ia sampaikan untuk membantah tuduhan yang berkembang.

“Saya memang identitas asli di Kota Batu. Saya tidak pernah menutupi identitas saya sebagai perempuan,” jelas Rey.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Polres Batu belum merespons konfirmasi terkait laporan tersebut. Situasi ini membuat polemik semakin liar di publik.

Di sisi lain, keluarga Intan langsung membantah pernyataan Rey. Perwakilan keluarga, Eko NS, menyebut banyak klaim Rey tidak sesuai fakta. Ia menilai ada sejumlah cerita yang dibuat-buat.

Eko menyoroti janji-janji besar yang disebut diberikan Rey. Mulai dari rencana pernikahan resmi di hotel mewah hingga hadiah bernilai fantastis. Semua itu disebut tidak pernah terbukti nyata.

“Rey mengaku sudah memesan hotel senilai Rp300 juta. Katanya dibatalkan dan uangnya akan dikirim ke Intan,” ungkap Eko.

Selain itu, muncul juga klaim soal mobil mewah dan gelang mahal. Nilainya bahkan disebut mencapai ratusan juta rupiah. Namun keluarga Intan meragukan seluruh keterangan tersebut.

Eko menegaskan bahwa sejak awal mereka tidak mengetahui Rey adalah perempuan. Identitas yang dikenalkan berbeda dengan kenyataan. Bahkan saat bertemu keluarga Rey, tidak ada penjelasan soal hal itu.

“Intan dan keluarga tidak tahu kalau Rey perempuan. Tidak pernah ada penjelasan soal itu,” tegasnya.

Setelah konflik memanas, keluarga Intan memilih lebih berhati-hati. Mereka kini fokus mengumpulkan bukti tambahan. Penelusuran juga dilakukan ke lingkungan tempat Rey pernah tinggal.

Dari penelusuran itu, muncul dugaan identitas lain berinisial LI. Selain itu, ditemukan sejumlah percakapan yang dianggap penting. Bukti tersebut kini mulai dikaji lebih lanjut.

Eko bahkan mengkhawatirkan adanya indikasi serius di balik kasus ini. Ia menyebut dugaan mengarah pada praktik perdagangan orang. Apalagi Intan sempat diminta tampil di aplikasi live streaming.

“Kami khawatir ini mengarah ke human trafficking. Ada indikasi ke sana,” ujarnya.

Tak hanya itu, klaim soal kedermawanan Rey juga dipertanyakan. Eko menyebut bantuan yang diberikan tidak sepenuhnya tulus. Beberapa barang bahkan disebut kembali dimanfaatkan oleh Rey.

Menurutnya, Rey pernah memberikan dua iPhone kepada Intan. Namun salah satunya dipinjam kembali dan digadaikan atas nama Intan. Selain itu, ada aliran uang yang dinilai janggal.

Rey disebut sempat mentransfer uang, tetapi kemudian meminta dikirim kembali. Uang itu diarahkan ke rekening pihak lain. Nama yang muncul diduga berkaitan dengan identitas lain Rey.

Ketegangan pun belum mereda. Keluarga Intan kini bersiap mengambil langkah hukum lanjutan. Mereka berencana melaporkan balik Rey dalam waktu dekat.

“Laporan akan kami ajukan terkait pencemaran nama baik. Rencananya minggu ini ke Polresta Malang Kota,” pungkas Eko.

 

Exit mobile version