Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Gondanglegi

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengambang di aliran sungai Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (5/4/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Mujiono (48), warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar sekitar pukul 09.15 WIB.

Iklan

Peristiwa itu bermula saat seorang warga, Alfiah (46), tengah mencuci pakaian di tepi sungai. Ia kemudian melihat tubuh korban mengambang dan terbawa arus dalam kondisi tidak bergerak.

“Korban pertama kali ditemukan saksi yang sedang mencuci di sungai. Saat itu korban sudah dalam kondisi mengambang dan tidak bergerak,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).

Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian menepikan dan mengangkat tubuh korban ke pinggir sungai sebelum melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan kepolisian.

Petugas dari Polsek Gondanglegi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Malang untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan.

“Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan, kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang diderita kambuh saat berada di sekitar aliran sungai,” tegasnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diperiksa oleh tenaga medis dari Puskesmas Ketawang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai kecelakaan murni,” pungkas Bambang.

Iklan
Iklan
Iklan