Iklan

Sering Terjadi Rem Blong, Jalur Malang-Bromo Bakal Ditambah Titik Berhenti

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Seringnya kecelakaan kendaraan di jalur wisata Malang–Bromo akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Salah satu evaluasi utama yang muncul adalah minimnya titik perhentian, terutama di jalur menanjak yang rawan kendaraan mengalami rem blong dan mesin panas.

Untuk menekan risiko kecelakaan, Pemkab Malang berencana menambah sejumlah titik pemberhentian baru di jalur tersebut. Langkah ini merupakan hasil koordinasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Iklan

Selama ini, jalur Malang–Bromo hanya memiliki beberapa lokasi untuk berhenti, seperti rest area Gubugklakah, area di samping gerbang Desa Ngadas, serta Pos Jemplang. Kondisi ini dinilai belum cukup mengakomodasi tingginya volume kendaraan, khususnya saat musim liburan.

“Kami sudah bersepakat dengan TNBTS membuat spot-spot atau rest area untuk berhenti,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto.

Eko menjelaskan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi di jalur Malang–Bromo dipicu gangguan teknis kendaraan. Rem blong dan over heating menjadi faktor dominan, terutama pada kendaraan yang dipaksakan melaju tanpa jeda istirahat.

Selain membangun rest area, Dishub juga menyiapkan sejumlah titik darurat bagi kendaraan untuk menepi. Dengan adanya fasilitas ini, pengemudi dapat berhenti sejenak guna mendinginkan mesin atau mengecek kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.

Sejumlah titik rawan kecelakaan selama ini tercatat berada di ruas antara Gubugklakah dan Desa Ngadas. Lokasi seperti Tanjakan Lajing, kawasan Jarak Ijo, hingga mendekati Ngadas kerap menjadi lokasi insiden kendaraan tergelincir atau terperosok.

Tragedi terakhir terjadi pada 15 Desember 2025. Sebuah mobil Toyota Fortuner bernopol B 258 ATK mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Wedi Ireng, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai empat penumpang lainnya, diduga akibat rem blong saat melintas di jalur menurun.

Terkait realisasi penambahan titik perhentian, Eko menegaskan pihaknya masih menunggu penentuan lokasi dari TNBTS, mengingat jalur tersebut masuk kawasan taman nasional.

“Yang menentukan (titik perhentian) dari TNBTS, karena sudah wilayah mereka. Muat berapa kendaraan dalam satu titik menanti penentuan tempat dari mereka,” kata Eko.

Pemkab Malang berharap, dengan adanya tambahan titik pemberhentian dan area menepi, potensi kecelakaan di jalur Malang–Bromo bisa ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan wisatawan yang melintas menuju kawasan Gunung Bromo.

Sumber: Radar Malang

Iklan
Iklan
Iklan