SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Antusiasme pengunjung Universitas Brawijaya Education Expo (UBEE) 2026 tak hanya terlihat dari ramainya stan informasi fakultas, tetapi juga dari pengalaman unik yang ditawarkan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB).
Selama pameran yang berlangsung di Gedung Samantha Krida pada 22–25 Januari 2026, booth FIB UB mencuri perhatian dengan menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenakan langsung pakaian tradisional Jepang dan Korea. Konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberi gambaran konkret tentang karakter FIB UB sebagai fakultas yang menekuni kajian bahasa dan budaya lintas negara.
Penanggung Jawab Booth FIB UB, Maulfi Syaiful Rizal, S.Pd., M.Pd., menyebut pendekatan ini dipilih agar pengunjung bisa merasakan atmosfer pembelajaran budaya yang selama ini menjadi kekuatan FIB.
“Melalui pakaian tradisional Jepang dan Korea ini, kami ingin menunjukkan bahwa FIB tidak hanya mengkaji budaya lokal, tetapi juga budaya internasional. Apalagi FIB UB juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas luar negeri,” ungkap Maulfi.
Tak hanya busana tradisional, booth FIB UB juga menampilkan nuansa seni dan kreativitas mahasiswa. Karya batik mahasiswa seni rupa dimanfaatkan sebagai elemen dekorasi, sementara dokumentasi kegiatan internasional dipajang untuk memperlihatkan kiprah mahasiswa FIB UB di luar negeri, mulai dari program pertukaran pelajar, pameran seni, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada hari-hari tertentu, FIB UB juga menggelar sesi presentasi fakultas yang disampaikan oleh Maulfi Syaiful Rizal bersama Anandya Asprillia, S.S., M.A. Dalam pemaparan tersebut, keduanya menyoroti penguatan digital humanities sebagai salah satu arah pengembangan keilmuan humaniora di FIB UB, sekaligus menjelaskan fasilitas akademik dan peluang global bagi calon mahasiswa.
“Kami berharap pengunjung dapat memperoleh gambaran utuh mengenai profil dan keunggulan program studi, salah satunya adalah memperkenalkan kepada peserta bahwa ada prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Jepang, Antropologi, dan Seni Rupa Murni di FIB UB. Pameran ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pilihan jalur masuk perguruan tinggi, baik melalui SNBP, SNBT, maupun seleksi mandiri,” ungkap Maulfi.
Selama empat hari pameran, arus pengunjung ke booth FIB UB terpantau stabil, dengan lonjakan signifikan pada akhir pekan. Selain tertarik mencoba langsung pakaian tradisional, banyak siswa aktif menggali informasi akademik, terutama terkait program kelas internasional.
“Selain tertarik mencoba pakaian tradisional, banyak pengunjung yang aktif bertanya mengenai program studi kelas internasional atau International Undergraduate Program, termasuk perbedaan dengan kelas reguler serta mekanisme pendaftarannya,” terang Maulfi.
Salah satu pengunjung, Fatihah Nur Lelia Tusaada dari MAN 4 Jombang, mengaku semakin mantap melirik FIB UB setelah berkunjung ke booth tersebut. Ia menyebut ketertarikannya pada Program Studi Antropologi yang dinilai relevan dengan kekayaan budaya Indonesia.
“Saya tertarik dengan ilmu budaya, apalagi di Indonesia terdapat berbagai macam budaya. Sebagai Gen Z kita harus bisa melestarikan budaya Indonesia,” tutup Fatihah.





















