SUARAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG – Ratusan warga berkumpul di Lapangan Desa Tangkilsari, Krajan, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Sabtu (30/8) malam, dalam gelaran Sinau Kebangsaan bersama Gus Sabrang, putra budayawan nasional Emha Ainun Najib atau Cak Nun.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus HUT Arema ke-38 itu berlangsung penuh kehangatan, dialektika, dan semangat kebersamaa
Dalam ceramahnya, Gus Sabrang mengingatkan pentingnya empati dan kepedulian sosial. “Tolong empatinya sedikit. Rakyat butuh pekerjaan. Jangan justru joget joget digaji 3 juta sehari. Harusnya tahu situasi,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pesan Cak Nun, bahwa “Indonesia bagian dari desa saya”. Artinya, setiap warga memiliki tanggung jawab merawat dan menjaga negeri bersama-sama.
Acara ini digelar untuk memperingati Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus HUT Arema ke-38. Pemerintah Desa Tangkilsari, Forum Pemuda Krajan Bersatu (FPKB), dan Aremania Tangkilsari menjadi penggagas kegiatan yang berlangsung penuh dialektika ini.
Kepala Desa Tangkilsari, Sugiono, menyebut kegiatan ini memberi ruang belajar kebangsaan secara kolektif.
“Malam ini kita sinau bareng tentang kebangsaan untuk memperingati kemerdekaan RI ke-80 dan ulang tahun Arema yang ke-38. Semoga mencerahkan masyarakat di tengah situasi Indonesia hari ini,” kata Sugiono.
Acara berlangsung dengan penuh kehangatan. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalannya diskusi kebangsaan, menandai semangat persatuan dan optimisme di tengah situasi Indonesia hari ini.
Pewarta: Slamet K