.Solidaritas Lintas Iman, Gereja Turut Sukseskan Mujahadah Kubro1 Abad NU

SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama, atau Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2025) menjadi momentum bersejarah sekaligus indahnya toleransi antarumat beragama. Kegiatan akbar ini diikuti sekitar 100 ribu lebih Nahdliyin dari seluruh daerah di Jawa Timur.

Kota Malang pun kembali menegaskan dirinya sebagai ruang bersama yang damai, inklusif, dan mampu merawat harmoni di tengah keberagaman. Suasana kebersamaan dan persaudaraan lintas iman terasa kuat, terutama dari umat Kristiani yang gerejanya berada di sekitar Stadion Gajayana.

Dukungan nyata ditunjukkan dengan membuka area gereja sebagai tempat singgah para jemaah, menyediakan makanan dan minuman, hingga menyesuaikan jadwal ibadah mingguan. Perhelatan ini pun menjadi potret nyata indahnya toleransi dan persaudaraan lintas iman.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada gereja-gereja di sekitar Stadion Gajayana yang telah memberikan dukungan nyata bagi pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama. Wahyu menyebut fasilitas yang disediakan sangat membantu kelancaran acara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada beberapa gereja, yang telah menyiapkan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, tempat salat, serta makanan dan minuman bagi para jemaah,” ujar Wahyu usai meninjau beberapa gereja, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, keberadaan gereja-gereja yang berdekatan dengan Stadion Gajayana sangat strategis untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas stadion dan penutupan sejumlah ruas jalan.

“Kurang lebih ada tujuh sampai delapan gereja yang membantu, dan ini sangat meringankan kami dalam penyelenggaan kegkatan,” katanya.

Wahyu pun menegaskan bahwa dukungan lintas iman tersebut merupakan bentuk toleransi yang patut dibanggakan. “Ini adalah model toleransi antarumat beragama di Kota Malang. Pelaksanaan Harlah 1 Abad NU berjalan baik, semua saling mendukung dan mengapresiasi,” pungkasnya.

Romo Kepala Paroki Paroki Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, R.D. Petrus Prihatin, menyampaikan bahwa pihak Gereja Ijen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Harlah 1 Abad NU di Stadion Gajayana. Bentuk dukungan tersebut antara lain dengan meniadakan sejumlah Misa Kudus pada Sabtu sore dan Minggu pagi, sehingga area sekitar gereja dapat digunakan sebagai tempat transit dan istirahat para jemaah.

“Kami meniadakan beberapa jadwal Misa agar lokasi gereja dan sekitarnya bisa digunakan untuk transit para jemaah yang mengikuti Harlah NU. Gereja juga menyiapkan minum bagi para jemaah sebagai bentuk dukungan dan toleransi kami,” ujar Romo Petrus.

Romo Petrus menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud penghormatan dan penghargaan kepada saudara-saudara umat Islam yang tengah merayakan satu abad NU. Pihak paroki juga membuka gerbang gereja dan menyediakan area beratap untuk tempat istirahat. Menurutnya, umat paroki menerima kebijakan ini dengan baik dan tanpa keberatan, karena masih tersedia gereja-gereja lain untuk melaksanakan ibadah.

“Kami sungguh mendukung, menghargai, dan menghormati saudara-saudara kami yang merayakan Harlah satu abad NU. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, tertib, dan membuahkan kebaikan ke depan,” tambahnya.

Semangat serupa juga ditunjukkan oleh Gereja HKBP Malang di Jalan Bromo. Pendeta HKBP Malang, Pdt. Melva Sitompul, mengatakan bahwa gerejanya turut ambil bagian dalam menyukseskan peringatan Harlah NU sebagai wujud kerukunan umat beragama.

“Kami menyediakan snack berupa roti dan air mineral sekitar 250 paket untuk tamu NU yang datang ke Malang. Gereja kami juga terbuka untuk tempat istirahat dan menyediakan area parkir bagi para peserta,” jelasnya.

Selain itu, Gereja HKBP Malang juga menyesuaikan jadwal ibadah Minggu. Dari semula lima kali kebaktian, gereja tersebut memangkas menjadi dua kali kebaktian pada Minggu sore. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan partisipasi dalam perayaan 100 tahun NU.

“Jemaat kami mengapresiasi keputusan ini dan memahami bahwa toleransi adalah nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kiranya perayaan ini berlangsung dengan sukacita, dan kerukunan serta toleransi antarumat beragama semakin nyata di Kota Malang,” pungkas Pdt. Melva.

Pewarta:*Wiwid

Exit mobile version