SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Warga Kota Malang dan pengendara yang biasa melintas di pusat kota perlu bersiap. Penutupan kawasan Stadion Gajayana dipastikan akan dilakukan saat rangkaian peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7–8 Februari 2026. Dampaknya, sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi akan mengalami pengalihan arus.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyebut skema rekayasa lalu lintas tengah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kedatangan jemaah dalam jumlah besar. Perkiraan sementara, jumlah peserta bisa menembus ratusan ribu orang.
“Diprediksi, jemaah yang akan hadir mencapai lebih dari 100 ribu orang. Kalau semisal satu bus berkapasitas 40 orang dikalikan 100 ribu jemaah, maka bisa mencapai hingga 2.500 bus,” beber Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Anis Januar.
Meski detail teknis belum diumumkan secara resmi, Dishub memastikan pengalihan arus akan diberlakukan di sekitar Stadion Gajayana. Beberapa ruas yang dipastikan terdampak antara lain Jalan Semeru, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Bromo, serta sejumlah jalan penyangga di sekitarnya.
“Titik ruas jalan yang arus kendaraannya dialihkan antara lain di Jalan Semeru, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Bromo dan beberapa jalan lainnya,” tambah Anis.
Sementara itu, kawasan Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat serta area Alun-Alun Merdeka tidak masuk dalam skema penutupan. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau menghindari kawasan tersebut selama kegiatan berlangsung karena potensi kepadatan tetap tinggi.
“Kami berharap arus lalin tetap berjalan, meski kepadatan dipastikan akan terjadi. Karena ini kegiatan besar, jadi kami juga berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jatim,” terang Anis.
Terkait kesiapan teknis, Dishub mengaku masih akan mematangkan rencana lewat rapat koordinasi bersama Satlantas Polresta Malang Kota dan stakeholder terkait. Dalam forum tersebut, pengamanan jalur, pengaturan lalu lintas, hingga pemetaan kantong parkir akan dibahas secara detail.
“Kami masih akan menggelar Rakor, untuk membahas lebih lanjut dengan pihak kepolisian. Sehingga, kami belum bisa memberikan informasi secara detail,” jelas Anis.
Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo. Ia memastikan pihak kepolisian akan turun langsung melakukan survei lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan.
“Untuk kegiatan besar seperti itu, maka akan dilakukan Rakor terlebih dahulu. Kami juga akan melakukan survei jalur dan survei lokasi kegiatan, termasuk memetakan titik-titik penempatan personel keamanan dan penyiapan kantong parkir,” pungkas AKP Rio.
Sumber: Surya Malang





















