SUARAMALANG.COM, Kota Malang Pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang tetap berjalan penuh di tengah kebijakan work from home (WFH). Masyarakat tetap memadati layanan sejak pagi.
Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan PTSP memastikan seluruh layanan perizinan tetap beroperasi normal. Kebijakan penghematan energi tidak mengganggu pelayanan langsung.
Sekretaris Disnaker PMPTSP Kota Malang, Sugeng Prasetyo, menegaskan semua petugas tetap masuk kantor. Ia menyebut layanan publik tidak masuk skema WFH.
“Tidak ada yang WFH karena OPD di sini semuanya pelayanan. Perangkat daerah perizinan otomatis tetap masuk,” ujar Sugeng, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas pelayanan sudah ramai sejak pagi hari. Bahkan sebelum kebijakan WFH terbit, MPP sudah dipastikan tetap beroperasi penuh.
“Sebelum ada surat edaran WFH pun kami sudah sampaikan bahwa MPP tidak masuk kategori WFH,” katanya.
Saat ini terdapat 28 tenant layanan di MPP Kota Malang. Tingginya kebutuhan masyarakat membuat operasional tidak bisa dikurangi.
Pelayanan dibuka pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sementara pegawai tetap bekerja hingga pukul 15.00 WIB, bahkan beberapa tenant melayani lebih lama.
Meski layanan tetap normal, pengelola MPP menerapkan langkah penghematan energi. Area parkir depan disterilkan dari kendaraan berbahan bakar minyak setiap Jumat.
“Kami sterilkan halaman parkir MPP dari kendaraan berbahan bakar minyak, kecuali untuk drop zone,” jelas Sugeng.
Pengunjung diarahkan menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda atau kendaraan listrik. Kebijakan ini juga mempertimbangkan kenyamanan kelompok rentan.
“Hanya kendaraan listrik dan sepeda yang diperbolehkan masuk, termasuk untuk pengunjung MPP,” tambahnya.
Sugeng mengaku mulai beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Ia kini sesekali menggunakan transportasi umum atau ojek daring.
“Naik kendaraan umum tidak ada masalah. Ke depan mungkin bisa dengan bersepeda,” ujarnya.
Di sisi lain, Ravael Arbi harus pulang tanpa hasil saat mengurus KTP. Ia datang pukul 14.30 WIB saat layanan sudah tutup.
“Besok ke sini lagi, tadi diberi tahu petugas kalau untuk buat KTP sudah tutup,” ujarnya.
Ravael mengaku baru pertama kali mengurus KTP. Ia mengetahui pelayanan tetap berjalan meski ada kebijakan WFH bagi ASN.
“Ini KTP pertama saya. Saya sudah 18 tahun. Katanya pelayanannya tetap,” katanya.
