SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Lonjakan mobilitas wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 turut berdampak pada meningkatnya penggunaan transportasi publik di Kota Batu. Salah satu yang mencuri perhatian adalah layanan Trans Jatim yang mencatat kenaikan jumlah penumpang signifikan, terutama menjelang malam pergantian tahun.
Kepadatan mulai terasa sejak akhir Desember. Pramugara Trans Jatim, Ahmad Umar, menyebut peningkatan penumpang sudah terlihat sejak 29 Desember 2025 dan terus naik hingga puncaknya pada 31 Desember.
“Kepadatan mulai terasa sejak 29 Desember 2025. Selama Nataru memang ada peningkatan penumpang. Mulai ramai sejak tanggal 29, dan pada 31 Desember jumlah penumpang bahkan mencapai sekitar 1.500 orang,” kata Ahmad.
Mayoritas penumpang yang berangkat dari Terminal Kota Batu memilih rute menuju Kayutangan, Kota Malang. Jalur tersebut menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan selama libur akhir tahun.
Secara rata-rata, jumlah pengguna Trans Jatim di Kota Batu selama periode Nataru mencapai sekitar 1.000 penumpang per hari. Angka itu melonjak drastis pada malam tahun baru, seiring tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan transportasi umum untuk bepergian.
Petugas Posko Terminal Kota Batu, Novi Kriswanti, membenarkan tingginya animo masyarakat terhadap layanan Trans Jatim selama masa liburan. Ia menyebut terminal juga berperan aktif membantu kelancaran mobilitas wisatawan.
“Selama Nataru, rata-rata jumlah penumpang mencapai seribu orang. Terminal Batu juga aktif mendukung integrasi transportasi dengan memberikan informasi rute dan destinasi wisata,” kata Novi.
Untuk memudahkan penumpang, khususnya wisatawan luar daerah, petugas terminal rutin menyampaikan informasi melalui pengeras suara. Penumpang juga diarahkan agar tidak salah memilih angkutan lanjutan sesuai tujuan wisatanya.
“Penumpang kami arahkan kalau ingin ke Alun-Alun Kota Batu, Songgoriti, atau destinasi wisata lainnya, harus naik angkutan kota yang mana,” jelas Novi.
Menariknya, waktu tunggu keberangkatan bus juga dimanfaatkan penumpang untuk beraktivitas di sekitar terminal. Area Pasar Among Tani menjadi salah satu lokasi favorit yang kerap dikunjungi sambil menunggu jadwal keberangkatan.
“Sebagian besar penumpang memilih ke Pasar Among Tani atau sekadar berjalan-jalan sambil menunggu jadwal keberangkatan bus,” ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa Trans Jatim kian menjadi pilihan utama masyarakat dan wisatawan selama musim liburan. Keberadaan Terminal Kota Batu pun dinilai berperan penting dalam mendukung integrasi antar moda transportasi, sekaligus menunjang sektor pariwisata di Kota Batu selama periode kunjungan tinggi.



















