Iklan

Turnamen Futsal Wali Kota Cup Jadi Pintu Penjaringan Atlet Usia Dini, Kota Malang Fokus Menuju Porprov 2031

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang– Pemerintah Kota Malang memanfaatkan Turnamen Futsal Wali Kota Cup sebagai ajang penjaringan atlet usia dini sekaligus fondasi pembinaan jangka panjang menuju target juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2031. Turnamen yang digelar di GOR Ken Arok ini resmi dibuka Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (3/1/2026).

Turnamen tersebut diikuti 29 klub futsal usia dini, mayoritas berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), dengan rentang usia peserta 12–13 tahun. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berjenjang yang disiapkan Pemkot Malang bersama KONI Kota Malang.

Iklan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Turnamen Futsal Wali Kota Cup tidak sekadar kompetisi, tetapi sarana pencarian dan pemetaan atlet muda potensial yang akan menjadi tulang punggung prestasi futsal Kota Malang di masa depan.

“Turnamen ini adalah bagian dari investasi jangka panjang. Kita mencari atlet sejak usia dini untuk menggantikan atlet senior yang nantinya sudah tidak produktif. Ini penting untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Kota Malang,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, pembinaan olahraga usia dini juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk disiplin, mental bertanding, dan sportivitas.

Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, menjelaskan bahwa hasil turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi awal dalam menyusun komposisi atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya, sekaligus bagian dari peta jalan prestasi menuju Porprov 2031.

“Target besar kami adalah Porprov 2031, di mana Kota Malang ingin menjadi juara umum. Untuk itu, fondasinya harus disiapkan dari sekarang melalui pembinaan atlet usia dini,” kata Joko.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi fase penting untuk penjaringan dan penguatan sistem pembinaan. Atlet-atlet yang terjaring dari turnamen seperti Wali Kota Cup akan masuk dalam program pembinaan jangka menengah dan panjang.

“Porprov 2027 masih akan mengandalkan atlet yang ada, tetapi regenerasi harus berjalan. Atlet usia dini yang sekarang bertanding inilah yang kami siapkan untuk puncak prestasi di 2031,” jelasnya.

Turnamen berlangsung selama dua hari, dengan babak penyisihan pada hari pertama dan semifinal serta final pada hari kedua. Antusiasme peserta dan pendukung terlihat tinggi, termasuk kehadiran tim dari luar Kota Malang.

KONI Kota Malang menegaskan bahwa hasil Turnamen Futsal Wali Kota Cup akan menjadi dasar identifikasi bibit unggul yang akan diproyeksikan masuk dalam pembinaan prestasi futsal Kota Malang secara berkelanjutan.

Dengan ajang ini, Pemkot Malang menegaskan arah kebijakan olahraga yang tidak berorientasi jangka pendek, melainkan membangun prestasi secara sistematis dan berkesinambungan melalui pembinaan atlet sejak usia dini.

Pewarta : *Ali Nopan

Iklan
Iklan
Iklan