UB Bekali 100 Tenaga Kependidikan dengan Pelatihan K3L dan Tanggap Darurat

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) kembali memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kampus melalui Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) serta Tanggap Darurat bagi tenaga kependidikan.

Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan di Gedung Samantha Krida (Sakri) UB, Selasa (30/6/2026).

Divisi K3L UB menggelar pelatihan Batch 2 tersebut untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, dan juru parkir. Mereka menjadi garda terdepan dalam pelayanan sekaligus penanganan kondisi darurat di lingkungan kampus.

Tenaga Keamanan hingga Juru Parkir Dibekali Penanganan Darurat

Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, membuka kegiatan tersebut. Kepala Divisi K3L UB, Prof. Qomariyatus Sholihah, turut mendampingi pembukaan acara.

Dalam sambutannya, Tri Wahyu menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan seluruh personel kampus. Ia meminta setiap petugas mampu mengambil tindakan cepat saat menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, petugas tidak boleh hanya menunggu instruksi ketika keadaan darurat terjadi. Sebaliknya, mereka harus memahami setiap prosedur penanganan yang berlaku.

“Kegiatan ini akan dilakukan terus menerus dan berulang-ulang. Harapannya adalah berbagai kalangan pemberi layanan di UB dapat melakukan tindakan yang perlu dan dibutuhkan pada saat terjadi kedaruratan,” ujarnya.

Tri Wahyu menjelaskan tenaga keamanan, petugas kebersihan, dan juru parkir paling sering berinteraksi dengan sivitas akademika maupun masyarakat yang datang ke kampus.

Karena itu, mereka harus menguasai kemampuan dasar untuk merespons berbagai kondisi darurat secara cepat dan tepat.

“Tim keamanan, kebersihan dan juru parkir merupakan lapisan terdepan pada proses pelayanan. UB juga serius memberikan pelayanan keamanan sehingga seluruh penerima layanan merasa aman selama berada di lingkungan kampus,” katanya.

Peserta Pelajari K3L, Penanganan Kebakaran, dan P3K

Pelatihan menghadirkan materi teori sekaligus praktik lapangan.

Kepala Divisi K3L UB, Prof. Qomariyatus Sholihah, membuka sesi pertama dengan materi dasar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan.

Selanjutnya, tim Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pemadam Kebakaran melatih peserta menangani kebakaran.

Tim P3K kemudian memberikan materi teori sekaligus praktik Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Melalui berbagai simulasi, peserta belajar mengenali potensi bahaya. Mereka juga berlatih melakukan evakuasi awal, memberikan pertolongan pertama, serta berkoordinasi dengan petugas terkait saat menghadapi keadaan darurat.

UB Perkuat Budaya Keselamatan di Lingkungan Kampus

Universitas Brawijaya menjadikan pelatihan K3L dan tanggap darurat sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan kerja di seluruh unit pelayanan.

Melalui peningkatan kompetensi tenaga kependidikan, UB ingin memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi berbagai situasi darurat.

Selain itu, universitas terus menjalankan program serupa secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai risiko. Langkah tersebut sekaligus mendukung kelancaran aktivitas akademik dan pelayanan kepada masyarakat.

Exit mobile version