UM Pelajari Inovasi Pendidikan STEM di University of Helsinki Finlandia

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) mempelajari inovasi pembelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di LUMA Centre, University of Helsinki, Finlandia, Senin (21/9/2026). Kunjungan ini bertujuan menyerap praktik baik pendidikan sains sekaligus menjajaki penguatan kolaborasi internasional.

Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., memimpin delegasi yang turut diikuti Wakil Rektor I Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, Sekretaris Universitas Prof. I Wayan Dasna, Direktur UPT Kantor Urusan Internasional Sari Karmina, Ph.D., serta Kepala UPT Perpustakaan Nurenzia Yanuar, Ph.D. Dosen Departemen Kimia UM, Hanumi Oktiyani Rusdi, S.Pd., M.Si., yang sedang menempuh studi doktoral di University of Helsinki, juga mendampingi kunjungan tersebut.

LUMA Centre Finland merupakan jaringan pendidikan sains yang menaungi 11 universitas dan 13 pusat kegiatan di Finlandia. Lembaga ini berfokus meningkatkan minat anak-anak dan generasi muda terhadap bidang STEM melalui kegiatan edukatif, inovasi pedagogis, dan aktivitas ekstrakurikuler. LUMA Centre juga mendukung pengembangan kompetensi guru dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Pelajari Laboratorium Sains Interaktif

Delegasi UM disambut akademisi LUMA Centre, termasuk Prof. Maija Aksela, Direktur LUMA Centre Finland periode 2013–2025, serta Prof. Susanne Wiedmer dari Department of Chemistry dan Reija Pesonen, pengajar di LUMA-lab Gadolin.

Dalam pertemuan tersebut, Maija Aksela memaparkan visi, peran, dan kegiatan LUMA Centre. Reija Pesonen kemudian menjelaskan pengelolaan LUMA-lab Gadolin, laboratorium edukasi yang terbuka bagi masyarakat dan memberikan pengalaman belajar sains secara interaktif.

Fasilitas tersebut memungkinkan pelajar mengenal sains melalui eksperimen langsung. Bahkan, siswa di Helsinki dapat merayakan ulang tahun di laboratorium sambil mengikuti kegiatan eksperimen.

Delegasi UM turut meninjau fasilitas dan mencoba eksperimen sains yang dirancang untuk pelajar. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi UM dalam mengembangkan pendekatan pendidikan sains yang lebih menarik dan mudah diakses masyarakat.

Sekretaris Universitas UM, Prof. I Wayan Dasna, berharap pendekatan tersebut dapat diterapkan di laboratorium kampus sehingga pelajar di Malang memiliki kesempatan untuk mengenal sains secara langsung.

“Kegiatan ini bisa dicontoh dan dilakukan di laboratorium UM, agar siswa di Malang mempunyai akses ke laboratorium UM dan mengikuti eksperimen-eksperimen sains sehingga tumbuh minat belajar sains,” ujar Wayan.

Perluas Akses Pendidikan Sains di Malang

Melalui kunjungan ini, UM berupaya mengadaptasi praktik pembelajaran LUMA Centre sesuai kebutuhan pendidikan di Indonesia. Pengembangan kegiatan eksperimen bagi pelajar dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas laboratorium perguruan tinggi sekaligus menumbuhkan minat terhadap bidang STEM sejak dini.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

UM berharap penjajakan praktik baik di University of Helsinki dapat memperkuat jejaring internasional dan mendorong inovasi pembelajaran. Upaya ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains serta memperluas kesempatan generasi muda mengembangkan kompetensi di bidang STEM.

Exit mobile version