SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Harapan pengendara dan warga sekitar Pasar Induk Gadang untuk terbebas dari kemacetan akhirnya mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota Malang memastikan proyek rehabilitasi jalan di kawasan Pasar Gadang akan mulai dikerjakan pada 2026, tepat setelah Hari Raya Idulfitri.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas karena kemacetan di Pasar Gadang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Proyek ini akan didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 dari pemerintah pusat.
“Usulan perbaikan jalan di Pasar Induk Gadang sudah disetujui. Kami mengajukan banyak bantuan dan sebagian besar disetujui,” ujar Wahyu, dikutip BlokA, Minggu (4/1/2026).
Kepastian tersebut diperoleh setelah Pemkot Malang melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum. Wahyu menyebut, sebelumnya proyek ini sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, meski telah masuk dalam perencanaan sejak 2025.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) 2025, proyek rehabilitasi tersebut mencakup dua paket pekerjaan, yakni Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang dan Rehabilitasi Jalan Gadang–Bumiayu di Kelurahan Gadang. Kedua paket ini sempat ditenderkan pada Januari 2025 melalui Dinas PUPRPKP Kota Malang dengan sumber dana DAK.
Untuk Rehabilitasi Jalan Gadang–Bumiayu, pagu anggaran tercatat sebesar Rp8,44 miliar. Sementara Rehabilitasi Jalan Pasar Gadang memiliki pagu Rp7,95 miliar. Namun, realisasinya baru bisa dilanjutkan pada 2026.
“Jadi ada dua jalan utama, termasuk jalan kembar dengan median, serta jalan-jalan sirip di sekitar Pasar Gadang yang akan kita benahi,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan, perbaikan tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga akses pendukung yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas. Dengan penataan tersebut, arus kendaraan di sekitar pasar diharapkan menjadi lebih lancar dan tertib.
Meski jadwal pengerjaan sudah dipastikan, pelaksanaan proyek masih menunggu kesiapan para pedagang. Relokasi kios menjadi salah satu tahapan penting agar proses rehabilitasi jalan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas jual beli.
“Pedagang masih menunggu waktu, katanya menunggu Lebaran. Setelah itu mereka akan membongkar sendiri kiosnya karena lahan pengganti sudah siap,” terangnya.
Wahyu menambahkan, pembangunan kios pengganti sepenuhnya menjadi tanggung jawab pedagang. Sementara itu, Pemkot Malang memberikan keringanan dengan membebaskan biaya sewa tempat relokasi.
“Komunikasi terus kami lakukan. Pemerintah tidak mengeluarkan biaya pembangunan, kami hanya menggratiskan biaya sewanya,” pungkas Wahyu.

















