SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemkot Malang bersiap menyambut proyek besar penanganan banjir di dua koridor jalan utama kota. Setelah pengerjaan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) rampung, kini perhatian beralih ke dua jalur lain yang dinilai krusial, yakni kawasan Jalan Bondowoso–Jalan Tidar serta Jalan Jaksa Agung Suprapto–Jalan Letjen Sutoyo.
Berbeda dengan proyek sebelumnya, dua drainase anyar ini sepenuhnya akan ditangani oleh pemerintah pusat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, R Dandung Djulharjanto, menyebut total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 145 miliar. Dana tersebut bersumber dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didukung Bank Dunia. “Jadi kami hanya sebagai penerima manfaat saja,” kata Dandung, dikutip Radarmalang, Selasa (6/1)
Menurut Dandung, seluruh proses pengadaan proyek juga berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Saat ini, tahapan masih berada pada proses pengadaan barang dan jasa, tepatnya di fase pra-kualifikasi. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan tahapan penawaran kepada calon pelaksana proyek.
Pemkot Malang berharap proses tersebut bisa berjalan sesuai jadwal. “Kami berharap setelah Lebaran atau paling tidak Maret sudah kontrak,” ujar pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Jika kontrak telah diteken, pekerjaan fisik drainase akan langsung dimulai. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkot, dua proyek drainase ini akan dilelang dalam satu paket dan dikerjakan secara bersamaan.
Untuk detail teknisnya, Dandung menjelaskan bahwa drainase di ruas Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer. Di lokasi tersebut sebenarnya sudah terdapat saluran drainase, namun pengerjaannya belum tuntas sehingga proyek ini akan melanjutkan bagian yang tersisa.
Sementara itu, drainase di jalur Jalan Jaksa Agung Suprapto sampai Jalan Letjen Sutoyo akan dibangun dari awal dengan panjang kurang lebih 1,3 kilometer. Jalur ini selama ini kerap menjadi sorotan karena rawan genangan saat hujan deras.
“Untuk pengerjaan dua drainase itu, kurang lebih membutuhkan waktu antara 8 bulan sampai 10 bulan,” sebut Dandung.
Dengan proyek ini, Pemkot Malang berharap kapasitas sistem drainase kota semakin optimal dan mampu mengurangi risiko banjir di kawasan padat lalu lintas dan permukiman.





















