Wali Kota Malang Berikan Sambutan pada Bimtek Penyaluran Aspirasi dan Kreativitas Peserta Didik

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyaluran Aspirasi dan Kreativitas Peserta Didik yang digelar di Grha Purva Praja, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang tersebut turut dihadiri Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, S.E., M.M., para guru pendamping, serta ratusan peserta didik dari berbagai sekolah.

Suwarjana menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan ruang positif bagi peserta didik untuk menyalurkan aspirasi, minat, dan kreativitas sesuai bakat serta potensi masing-masing. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kepercayaan diri, kemampuan berekspresi, dan berpikir kritis peserta didik dalam lingkungan yang edukatif.

“Kegiatan ini juga menumbuhkan karakter, kerja sama, dan sikap apresiasi melalui aktivitas yang kreatif, inovatif, serta berdaya guna. Di sisi lain, Bimtek ini mendukung terciptanya iklim sekolah yang kondusif dan partisipatif bagi perkembangan potensi siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus mendorong peserta didik untuk mengikuti program “Satu Rekening Satu Pelajar” atau Kejar sebagai bagian dari literasi keuangan sejak dini.

Bimtek diikuti sebanyak 610 peserta yang merupakan perwakilan pengurus OSIS SMP negeri dan swasta se-Kota Malang. Setiap sekolah mengirimkan satu peserta didik yang didampingi satu guru pembina.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini kita dapat bertemu dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan penyaluran aspirasi dan kreativitas peserta didik,” ungkapnya.

Wahyu juga mengapresiasi inisiatif Disdikbud dan para pendidik dalam menghadirkan ruang pengembangan diri bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting dalam membentuk karakter kepemimpinan sejak dini.

Ia menyinggung identitas Kota Malang yang tidak dapat dilepaskan dari Arema sebagai simbol kebersamaan masyarakat. Karena itu, ia mengajak dunia pendidikan memberikan pemahaman positif kepada peserta didik bahwa suporter sepak bola tidak selalu identik dengan hal negatif.

“Banyak nilai positif yang bisa dibangun, seperti solidaritas, loyalitas, dan sportivitas. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengarahkan generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik dan karakter yang kuat,” katanya.

Wahyu juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan lahirnya generasi unggul sebagai calon pemimpin bangsa. Menurutnya, pembinaan karakter harus dimulai sejak dini melalui pendidikan dan kegiatan yang membangun kreativitas.

“Kita mulai dari sekarang. Para pengurus OSIS dan pelajar yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bersama-sama mendampingi serta membekali mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, aspirasi, dan kreativitas peserta didik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi sekolah, masyarakat, dan pembangunan Kota Malang ke depan.

Pewarta:*Ali Halim

Exit mobile version