Zia Ulhaq: Kami Naik Meja Karena Pimpinan Sidang Berat Sebelah dalam Musorkablub KONI

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Proses pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Sabtu (14/2/2026), diwarnai ketegangan setelah calon ketua Zia Ulhaq menyatakan aksinya naik meja dipicu oleh sikap pimpinan sidang yang dinilainya tidak netral.

Dalam forum yang dihadiri pengurus KONI dan 69 cabang olahraga tersebut, Darmadi S.Sos akhirnya terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang pergantian antar waktu (PAW) 2026–2028 dengan perolehan 40 suara, mengungguli Zia yang meraih 19 suara.

Namun dinamika Musorkablub KONI Kabupaten Malang tidak berjalan mulus. Zia, yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD setempat, menyampaikan protes keras terhadap mekanisme yang semula dinilai mengarah pada aklamasi.

“Selamat buat pak Darmadi. Mohon maaf pada masyarakat jika kami sempat emosi hingga naik meja. Kami naik meja karena pimpinan rapat dalam Musorkablub KONI tidak fair. Pimpinan rapat, berat sebelah. Dan itu sudah terindikasi sejak awal,” tegas Zia.

Protes Mekanisme Aklamasi dalam Musorkablub KONI

Menurut Zia, forum awalnya diarahkan untuk memilih secara aklamasi melalui mekanisme angkat tangan. Ia menilai cara tersebut tidak mencerminkan prinsip demokrasi dalam musyawarah olahraga, terutama untuk jabatan strategis seperti Ketua KONI.

Ketegangan memuncak saat sejumlah peserta menginginkan pemilihan dilakukan secara tertutup dengan bilik suara. Dalam situasi deadlock, perdebatan berlangsung sengit hingga Zia naik meja dan menyampaikan interupsi dengan nada tinggi.

Ia mengungkapkan bahwa protes tersebut dilakukan agar forum kembali pada prinsip musyawarah yang adil. “Saya protes karena pimpinan sidang mengarahkan aklamasi, sementara forum menginginkan pemilihan tertutup. Sehingga saya refleks dan emosi hingga naik meja,” ujarnya.

Rapat dipimpin oleh Siswarno Mulyadi MPd, yang dalam struktur organisasi menjabat Wakil Ketua II KONI Kabupaten Malang. Zia menilai pimpinan sidang terkesan menggiring forum agar terjadi aklamasi, meski pada akhirnya pemilihan dilakukan melalui voting.

Momentum Musorkablub dan Tantangan Pemulihan Kepercayaan

Musorkablub digelar menyusul pengunduran diri Ketua KONI sebelumnya, Rosyidin, pada akhir Desember 2025. Pengunduran diri itu terjadi di tengah proses penyelidikan dugaan dana hibah KONI tahun anggaran 2022–2023 oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Lebih dari 84 pengurus KONI dan seluruh cabang olahraga telah diperiksa sebagai saksi, serta Kantor Dispora Kabupaten Malang turut digeledah. Hingga kini belum ada penetapan tersangka dan dugaan kerugian negara masih dalam tahap penelaahan.

Dalam konteks tersebut, dinamika pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang menjadi perhatian karena menyangkut legitimasi kepemimpinan baru di tengah sorotan publik. Meski sempat memanas, Zia menegaskan menerima hasil akhir dan kembali menyampaikan ucapan selamat kepada Darmadi, yang saat ini juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan.

Peristiwa dalam Musorkablub KONI Kabupaten Malang ini mencerminkan pentingnya tata kelola organisasi olahraga yang transparan dan demokratis, terutama ketika proses pemilihan berlangsung dalam situasi sensitif dan penuh pengawasan publik.

Exit mobile version