Iklan

Pemkot Malang Kejar APBN untuk Revitalisasi Pasar Tawangmangu, Disiapkan Jadi Pasar Modern

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mengintensifkan upaya memperoleh dukungan APBN untuk revitalisasi Pasar Tawangmangu, pasar rakyat yang telah beroperasi lebih dari empat dekade dan kini dinilai membutuhkan pembenahan menyeluruh. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perdagangan di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Rombongan Pemkot Malang dipimpin Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi serta anggota DPRD Kota Malang. Fokus pembahasan adalah pengajuan bantuan pusat untuk merevitalisasi Pasar Tawangmangu agar lebih layak, modern, dan kompetitif.

Iklan

“Masih proses di Kemendag RI,” ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Jumat (9/1/2026).

Konsep Pasar Modern Bernuansa Tradisional

Dalam perencanaan yang diajukan, revitalisasi Pasar Tawangmangu tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan. Pasar ini dirancang menjadi pasar modern dengan tetap mempertahankan karakter tradisionalnya. Aktivitas jual beli pedagang lama tetap berjalan, sementara ruang usaha baru seperti kafe dan area interaksi publik juga disiapkan.

Model pengembangan tersebut mengacu pada keberhasilan Pasar Klojen dan Pasar Oro-oro Dowo yang dinilai mampu menghidupkan kembali fungsi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi sekaligus ruang sosial. Pemkot Malang menilai inovasi menjadi kunci agar pasar kembali ramai dan menarik bagi berbagai segmen pengunjung, termasuk generasi muda.

Pengajuan revitalisasi sendiri telah dilakukan Pemkot Malang bersama DPRD Kota Malang ke Kementerian Perdagangan RI sejak Kamis (8/1/2026), dengan melampirkan Detailed Engineering Design (DED) sebagai syarat utama.

Kondisi Pasar Dinilai Mendesak

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan bahwa Pasar Tawangmangu merupakan salah satu pasar yang belum tersentuh program revitalisasi pihak ketiga. Kondisi fisik pasar dinilai memprihatinkan, mulai dari kebocoran atap saat hujan hingga bangunan yang kurang terawat, sehingga berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung.

“Memang ini jadi salah satu pasar yang belum tersentuh pihak ketiga untuk revitalisasi. Dan kami juga sudah komunikasi dengan teman-teman paguyuban pasar dan pedagang soal rencana ini,” kata Bayu.

Ia menjelaskan, DED yang disiapkan Diskopindag menjadi faktor krusial karena memungkinkan proposal langsung dibawa ke tingkat pusat. Bahkan, proposal tersebut disebut langsung diteruskan oleh Direktorat Jenderal Kementerian Perdagangan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Butuh Rp35 Miliar, Andalkan APBN

Berdasarkan DED yang diajukan, revitalisasi Pasar Tawangmangu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp35 miliar. DPRD dan Pemkot Malang sepakat bahwa pembiayaan tersebut sulit dipenuhi melalui APBD, mengingat adanya keterbatasan fiskal dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

Bayu berharap keputusan dari pemerintah pusat dapat segera turun agar pelaksanaan revitalisasi bisa dimulai paling cepat pada 2026 atau 2027. Kehadiran langsung unsur eksekutif dan legislatif Kota Malang saat pengajuan proposal juga disebut mendapat apresiasi dari Kementerian Perdagangan.

Jika terealisasi, revitalisasi ini diharapkan mampu menata kembali pedagang, menarik PKL masuk ke area pasar, serta menghidupkan Pasar Tawangmangu sebagai simpul ekonomi rakyat.

Iklan
Iklan
Iklan