SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Warga yang biasa melintas di Jembatan Bailey Sonokembang, Jalan Simpang Sulfat Utara, Kota Malang, diminta bersiap. Akses tersebut akan ditutup total selama empat hari mulai besok, Sabtu 14 hingga Selasa, 17 Februari 2026.
Penutupan dilakukan bukan tanpa alasan. Jembatan bailey sementara itu akan digeser untuk memberi ruang pembangunan jembatan permanen yang kini tengah dikerjakan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra memastikan penutupan dimulai tepat tengah malam.
”Mulai ditutup pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 00.00,” ujar Widjaja, dikutip radarmalang, Jumat (13/2/2026).
Proses penggeseran diperlukan karena fondasi jembatan permanen mengambil sebagian area yang saat ini ditempati jembatan bailey. Jika tidak dipindahkan, pekerjaan konstruksi utama tak bisa dilanjutkan.
Artinya, selama empat hari ke depan, kendaraan yang biasa melintas di jalur tersebut harus mencari rute alternatif.
Dishub memprediksi kepadatan kendaraan bakal meningkat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, rekayasa lalu lintas sudah disiapkan.
“Pengendara dari Jalan Simpang Sulfat Utara menuju Jalan Simpang LA Sucipto dapat melintas melalui Jalan Kapiworo. Kemudian ke Jalan Industri Wendit Barat dan alternatif lain melalui Jalan Sunandar Priyo Sudarmo,” jelasnya.
Di sisi lain, proyek jembatan permanen yang sedang dikerjakan membawa perubahan signifikan. Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan, jembatan baru akan memiliki dimensi lebih besar dibanding sebelumnya.
Lebarnya akan menjadi 9 meter, bertambah sekitar 3,5 meter dari jembatan lama yang hanya 5,5 meter. “Pelebaran ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas. Sekaligus memberikan ruang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” terangnya.
Tak hanya lebih lebar, posisi jembatan juga dibuat lebih tinggi sekitar satu meter dari konstruksi sebelumnya. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan teknis dan keamanan.
Pemkot Malang menggelontorkan anggaran sekitar Rp 5,2 miliar untuk proyek tersebut. Nantinya, jembatan permanen akan memiliki panjang 20 meter dengan lebar total 9 meter.
Selama masa penutupan, masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dishub memastikan petugas akan disiagakan di sejumlah titik rawan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.
