Berita  

Aksi Simbolik Klakson Menggema di Kota Malang, Warga dan Ojol Dukung Penghentian Program MBG

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Aksi simbolik berupa bunyi klakson menggema di sekitar kawasan DPRD Kota Malang saat demonstrasi yang digelar mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Marah Brawijaya (Amarah), Senin (15/6/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan sebagian masyarakat terhadap tuntutan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Malang dengan membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat. Di tengah aksi tersebut, perhatian pengguna jalan tertuju pada sebuah poster bertuliskan “Bunyikan Klakson Jika Menolak MBG.”

Pengguna Jalan Merespons Poster Aksi

Poster tersebut memicu respons spontan dari para pengendara yang melintas di persimpangan Jalan Tugu dan Jalan Majapahit. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat tampak bergantian membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan mahasiswa.

Suara klakson terdengar bersahutan selama aksi berlangsung. Tidak sedikit pengendara yang melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat jalannya demonstrasi sebelum ikut membunyikan klakson.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat dalam menyuarakan aspirasi yang dibawa mahasiswa, meski tidak ikut turun langsung ke lokasi aksi.

Ojol Ikut Menyuarakan Penolakan

Dukungan juga datang dari kalangan pengemudi ojek online (ojol). Beberapa ojol yang melintas di sekitar lokasi demonstrasi terlihat turut membunyikan klakson saat melewati massa aksi.

Salah satunya adalah Jon, seorang pengemudi ojol asal Malang. Ia menilai program MBG sebaiknya dihentikan dan anggarannya dialihkan untuk program lain yang dinilai lebih mendesak.

“Menurut saya MBG ini enggak usah dilanjutkan. Gara-gara MBG, banyak program pendidikan yang tidak cair,” ujar Jon.

Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan sektor yang berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Mahasiswa Bawa Sejumlah Tuntutan

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Marah Brawijaya (Amarah) menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Salah satu poin utama yang disuarakan adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).

Selain itu, massa aksi juga menuntut peningkatan efisiensi serta transparansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Mahasiswa turut mendesak pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai masih membebani masyarakat.

Tuntutan lainnya mencakup penolakan terhadap upaya yang dianggap mendorong kembali dwifungsi TNI dan Polri, serta meminta pemerintah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas di kawasan pusat pemerintahan Kota Malang tersebut.

Exit mobile version