SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Organisasi suporter Aremania Utas akhirnya buka suara terkait insiden dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan wisatawan asal Surabaya di kawasan Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun Instagram @satuaremania, organisasi tersebut menyatakan penyesalan atas peristiwa yang kini tengah ditangani Polres Malang itu. Mereka menilai kejadian tersebut mencederai semangat kebersamaan yang selama ini dijaga oleh Aremania.
“Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang,” tulis pernyataan resmi Aremania Utas.
Siapkan Pendampingan Hukum Jika Ada Anggota Terlibat
Dalam rilis tersebut, Aremania Utas juga menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung. Organisasi itu bahkan menyiapkan tim pendampingan hukum apabila nantinya ditemukan keterlibatan anggota dalam perkara tersebut.
“Apabila dalam proses tersebut terdapat keterlibatan anggota organisasi dan/atau Aremania/Aremanita, maka kami telah menyiapkan tim pendampingan hukum guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjut pernyataan itu.
Sikap tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Imbau Suporter Tetap Kondusif
Selain mendukung proses penyelidikan, Aremania Utas juga meminta seluruh elemen suporter menahan diri dan tidak memperkeruh situasi. Imbauan itu disampaikan untuk menjaga kondisi tetap aman serta menghindari potensi konflik lanjutan.
“Organisasi tetap mengimbau seluruh elemen Aremania untuk menjaga kondusivitas, menahan diri, serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” pungkas rilis resmi tersebut.
Polisi Masih Dalami Motif dan Kronologi
Sebelumnya, dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan terjadi di sebuah villa kawasan Pantai Wedi Awu pada Senin (4/5/2026). Rombongan wisatawan asal Surabaya disebut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Polres Malang kemudian menerima laporan dan mendatangi lokasi kejadian pada Selasa (5/5/2026). Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kronologi lengkap peristiwa itu.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai, insiden diduga dipicu nyanyian dari rombongan wisatawan yang dianggap menghina suporter Arema FC atau Aremania.
Puluhan Wisatawan Positif Narkoba
Dalam perkembangan kasus, Polres Malang turut melakukan pemeriksaan terhadap 69 wisatawan yang berada dalam rombongan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan 31 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan sabu.
Meski demikian, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan insiden yang terjadi di lokasi wisata Kabupaten Malang itu.
