SUARAMALANG.COM, Kota Malang — Pemerintah Kota Malang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di kawasan Perkantoran Terpadu Pemerintah Kota Malang. Momentum nasional ini dimaknai sebagai saat yang tepat untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan bagi seluruh aparatur sipil negara untuk menelami, meresapi, dan merasakan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi persatuan bangsa.
Menurutnya, kebangkitan bangsa lahir dari semangat perjuangan yang luar biasa dan penuh pengorbanan. Karena itu, generasi penerus, termasuk seluruh jajaran Pemerintah Kota Malang, memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita para pahlawan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Momentum ini menjadi saat terbaik untuk mengevaluasi pengabdian dan pelayanan kita. Apakah nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa sudah benar-benar kita resapi dan kita praktikkan dalam tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ali Muthohirin saat memimpin upacara.
Pada peringatan tahun ini, tema nasional yang diusung adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut dinilai mengandung pesan penting tentang upaya menjaga kualitas generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Ali Muthohirin menyebut, pemerintah pusat telah menghadirkan berbagai program strategis untuk memperkuat fondasi kebangkitan bangsa, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Di bidang pendidikan, berbagai kebijakan peningkatan mutu sekolah dan tenaga pendidik diharapkan menjamin hak seluruh anak bangsa untuk memperoleh pendidikan yang setara. Pada sektor kesehatan, layanan pengobatan gratis menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat lapisan bawah.
Sementara itu, di sektor ekonomi, pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih dinilai sebagai langkah memperkuat pemerataan ekonomi hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut harus dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi Pemerintah Kota Malang, semangat Hari Kebangkitan Nasional juga sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kota Malang yang Mbois Berkelas — adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, aparatur pemerintahan diajak untuk meningkatkan etos kerja, pelayanan, dan semangat pengabdian yang tulus.
Ali Muthohirin juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan bagi seluruh ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun bangsa.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Pemerintah Kota Malang menegaskan bahwa kebangkitan sejati tidak berhenti pada mengenang sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui integritas, pelayanan yang berkualitas, serta semangat gotong royong dalam membangun daerah dan bangsa.
Pewarta:*Halim Ali
