Campak Muncul di 2 Kecamatan, Dinkes Malang Siap Sweeping Rumah Jika ORI Tak Capai 95 Persen

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tak mau kecolongan soal penyebaran campak. Meski program imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) masih berjalan, strategi lanjutan sudah disiapkan. Salah satunya, jemput bola ke rumah warga bila capaian vaksinasi belum menyentuh ambang kekebalan kelompok.

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menegaskan target minimal imunisasi adalah 95 persen. Angka itu menjadi syarat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Kegiatan ORI sampai 13 Februari, capaian minimalnya (kekebalan kelompok) 95 persen. Untuk mengatasi kendala kami akan sweeping atau mengunjungi rumah setelah tanggal itu,” kata Husnul, dikutip Antara, Rabu (12/11/2026).

Hingga saat ini, capaian ORI campak di Kota Malang sudah menjangkau 21.205 anak atau sekitar 91,05 persen dari total target 23.287 anak. Artinya, masih ada ribuan anak yang belum menerima imunisasi dalam program percepatan ini.

Langkah cepat ini diambil bukan tanpa alasan. Dinkes mencatat temuan kasus campak di dua kecamatan, yakni Kedungkandang dan Sukun.

“Temuan (campak) ada di Wilayah Kedungkandang sebanyak tujuh kasus dan di wilayah Sukun ada tiga kasus, sehingga dilakukan ORI untuk vaksinasi terjadwal,” ucap dia.

Pelaksanaan ORI di lapangan dibagi berdasarkan wilayah kerja puskesmas. Puskesmas Janti menangani Kelurahan Bandungrejosari, Tanjungrejosari, dan Sukun. Sementara Puskesmas Kedungkandang mencakup Kelurahan Kota Lama, Kedungkandang, Buring, hingga Wonokoyo.

Program ini menyasar anak usia sembilan bulan sampai 13 tahun. Menariknya, imunisasi dalam ORI tidak melihat status vaksinasi sebelumnya. Artinya, semua anak dalam rentang usia tersebut tetap menjadi sasaran, terlepas sudah pernah menerima imunisasi campak atau belum.

Menurut Husnul, ORI bukan sekadar langkah administratif, melainkan respons cepat untuk menekan potensi penyebaran lebih luas. Campak dikenal sebagai penyakit menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung fatal jika tidak ditangani.

Karena itu, pihaknya tetap mengupayakan agar target 95 persen bisa tercapai sebelum batas waktu 13 Februari 2026. Namun jika hasilnya belum maksimal, strategi sweeping akan langsung dijalankan.

Dinkes berharap orang tua tidak ragu membawa anaknya mengikuti imunisasi. Selain melindungi individu, vaksinasi juga menjadi benteng kolektif agar penularan campak tidak meluas di lingkungan sekitar.

Dengan waktu yang tersisa, percepatan terus dilakukan. Targetnya jelas, yakni membentuk kekebalan kelompok dan memastikan tak ada lagi tambahan kasus campak di Kota Malang.

Exit mobile version