SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Memasuki awal Januari 2026, potensi cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026.
BMKG menyebut, seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan. Bahkan, di beberapa daerah, kondisi cuaca diperkirakan sudah berada pada fase puncak musim hujan yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
“Intensitas cuaca ekstrem diprediksi meningkat dan berpotensi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, disertai gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi wilayah Jawa Timur,” demikian keterangan BMKG Juanda, dikutip Selasa (6/1/2026).
BMKG menjelaskan, kombinasi sejumlah faktor atmosfer turut memperkuat pembentukan awan hujan. Suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih relatif hangat, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil, menjadi pemicu meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Kombinasi berbagai faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dalam beberapa kasus, hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang,” tambah keterangannya.
Berdasarkan pemantauan BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem pada periode 1–10 Januari 2026 berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Sejumlah daerah yang masuk kategori rawan antara lain Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Tak hanya wilayah kabupaten, sejumlah kota juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, serta Kota Batu.
BMKG mengingatkan, cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak lanjutan, seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es di beberapa lokasi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau dekat tebing diminta lebih waspada terhadap risiko longsor dan banjir bandang. Selain itu, pengguna jalan juga diimbau berhati-hati karena potensi jalan licin, pohon tumbang, serta jarak pandang yang berkurang saat hujan lebat.
BMKG Juanda menegaskan, potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi hingga Sabtu (10/1/2026). Masyarakat dan instansi terkait diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.





















